alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jual Miras Berizin Tetap Disita Polisi, Pemilik Hotel di Lotim Protes

SELONG-Beberapa hotel di Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru mulai mengurangi karyawan. “Dari 36, sekarang tinggal enam,” kata General Manager Ekas Breaks Resort Eka Busran Mayadi pada Lombok Post, Minggu (15/3) lalu.

 

Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Virus korona salah satunya. Kata Eka, hal itu ditambah lagi oleh penyitaan minuman berakohol (minol) “Siapa yang tidak dongkol. Kalau ilegal tidak apa-apa, ini ada izinnya,” keluhnya.

 

Langkah meliburkan karyawan untuk selamanya itu merupakan efek dari ketidakpercayaan investornya. Kata Eka, investor manapun akan resah jika mendengar penyitaan minol yang merugikan beberapa hotel sampai Rp 47 juta tersebut. Padahal ia menjamin, minuman itu hanya untuk tamu asing.

 

Hal serupa disampaikan General Manager Panorama Cottage Beach Village di Ekas Buana Ruth Max. Ia menerangkan, kerugian sekitar Rp 10 juta yang dialami akibat penyitaan minol itu sangat memukulnya. “Ini logika penyitaannya apa. Izinnya jelas-jelas ada,” ujar Ruth dengan nada kesal.

 

Menurut dia, Pemkab Lotim tidak menunjukkan diri sebagai daerah ramah investor. Perkara penyitaan tidak bisa dianggap remeh. Hal itu tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi merugikan banyak hal. “Siapa yang ingin berinvestasi kalau begini,” kata Ruth.

 

Sabtu (14/3) lalu, para pengelola hotel yang minolnya disita dipanggil Satresnarkoba Polres Lotim. Menurut Ruth, tidak ada titik temu dalam pertemuan tersebut. “Kami akan terus menuntut dan berharap Pemkab Lotim menunjukkan keberpihakannya,” jelasnya.

 

Sementara sampai saat ini, surat keberatan mereka ke beberapa pihak belum mendapat respons. Termasuk keberatan yang dilayangkan ke Polda NTB. “Ini juga menjadi pertanyaan kami,” ungkapnya.

 

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy mengatakan, akan berkoordinasi dan mengevaluasi kasus penyitaan minol yang meresahkan investor itu. Kata Sukiman, memang benar DPMPTSP Lotim memberikan izin menjual barang itu. “Tapi untuk kebutuhan lokal tamu asing mereka,” tegas Sukiman.

 

Sukiman berpendapat, bisa jadi yang dilihat dari hotel bukan hanya untuk kepentingan lokal, tapi juga diperjualbelikan untuk masyarakat di sekitar hotel. Ia berharap ke depan, pengelola hotel benar-benar mengindahkan izin tersebut. Sebab Pemkab memiliki keterbatasan dalam pengawasan dan pengontrolan.

 

“Kalau izinnya hanya untuk tamu lokal, maka jangan sampai diperuntukkan bagi masyarakat khususnya remaja-remaja kita,” ujar Sukiman. (tih/r5)

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks