alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Tunggakan Gaji Fasilitator RTG di Lotim Tersisa Dua Bulan

SELONG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur sedang mengupayakan sisa gaji fasilitator Rumah Tahan Gempa (RTG) yang sampai saat ini belum dibayar. Sebanyak 59 fasilitator yang dikontrak dari bulan Mei sampai Agustus 2021 belum menerima gaji selama dua bulan.

“Betul. Karena belum ditransfer dari pusat (BNPB),” kata Kalakhar BPBD Lotim Toni Satria Wibawa melalui pesan WhatsApp kepada Lombok Post, Rabu (16/3).

Dijelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu transfer gaji fasilitator yang sudah hampir satu tahun menuntaskan pekerjaannya tersebut. Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan koordinasi tentang kepastian pencairan gaji fasilitator tersebut dengan BNPB.

Sejauh ini, kata Toni, 59 fasilitator juga terus melakukan konsultasi dengan PPK dan bahkan ke BPBD NTB. “Kita sama-sama menunggu,” jelasnya singkat.

Baca Juga :  Polres Lotim Tangkap Pencuri Genset milik Bank NTB Selong

Salah seorang fasilitator data RTG Lotim Nurdarojatul Ula saat dihubungi Lombok Post mengatakan, persoalan gaji fasilitator dipenuhi bermacam pertanyaan. Mulai dari janji cair yang tak pernah tepat waktu, hingga prosesnya yang membuat bingung tim fasilitator.

“Terakhir kita dijanjikan sebelum Maret. Tapi ini sudah pertengahan Maret malah tak kunjung cair juga,” tutur Darojatul.

Ia menjelaskan, sesuai kontrak, gaji fasilitator sebesar Rp 3,950 juta per bulan. Pada akhir Desember 2021, BPBD Lotim mentransfer gaji fasilitator sebesar Rp 3,5 juta.

Beberapa hari kemudian, sisanya sebesar Rp 450 ribu diberikan secara tunai. Selanjutnya, pada Januari 2022, BPBD Lotim mentransfer dua bulan gaji mereka secara penuh sebesar Rp 7,9 juta.

Baca Juga :  Pembangunan RTG Tuntas, Gubernur NTB Apresiasi Peran Multi Pihak

“Lalu pada Februari, kita diberikan Rp 550 ribu. Ini adalah pengembalian potongan pajak pembayaran Januari sampai Maret tahun 2021 lalu,” jelasnya.

Darojatul sendiri sebenarnya mempertanyakan proses transfer gaji fasilitator yang tidak sepenuhnya tersebut. Begitu juga dengan proses pemotongan pajak yang dalam kontrak semestinya tidak dilakukan.

Kendati demikian, ia tetap berharap sisa gaji dua bulan yang belum dibayarkan dapat segera cair. “Jangan sampai dijanjikan terus menerus seperti ini,” pintanya. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/