alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

SELONG-Diduga karena sering mengkritisi kebijakan sekolah, Aldi Irfan, siswa kelas XII jurusan IPS, SMA 1 Sembalun tak diluluskan sekolahnya. Ketidaklulusan Aldi yang dianggap merupakan kebijakan antikritik Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali. Anggapan tersebut datang dari berbagai organisasi dan lembaga. “Ya, saya tidak diluluskan,” kata Aldi saat dihubungi Lombok Post, kemarin (16/5).

Aldi yang berasal dari Dusun Berugak Mujur, Desa Sembalun Timbe Gading, Kecamatan Sembalun mengatakan, kemarahan terbesar kepala sekolahnya terjadi saat ia meminta Sadikin untuk memakai seragam hitam putih. Kata Aldi, hal itu merupakan keharusan semua guru sesuai peraturan nasional pada saat try out.

“Saya protes, karena waktu itu, siswa yang tidak mengenakan seragam putih abu dipulangkan. Sedang mereka sendiri tidak memakai hitam putih,” terangnya.

Aldi sendiri merupakan siswa yang selalu mendapatkan peringkat di kelasnya. Selain itu, ia juga rajin dan aktif di kelas. Siswa yang juga merupakan korban gempa itu menyayangkan, bagaimana bisa ia dituduh kerap melanggar aturan. Sedangkan ia tahu persis, kemarahan kasek saat diharapkan menjadi contoh yang baik dengan dimintai mengganti seragam oleh Aldi.

“Aldi merupakan pimpinan organisasi Pemuda Baru (Pembaru) ranting Sembalun. Dia pintar. Jelas kebijakan kasek tidak meluluskannya merupakan kekeliruan,” kata Koordinator Pemuda Baru Indonesia Cabang Lotim Sahrama Wijaya dalam tulisan kecamannya.

Wijaya menerangkan, jika Aldi dikenal sering memprotes kebijakan sekolah yang dianggapnya tidak benar. Salah satunya adalah tentang kebijakan sekolah yang memulangkan siswa karena terlambat. Saat itu, kata Wijaya, Aldi memperjuangkan teman-temannya yang datang dari tempat yang jauh. Belum lagi kondisi cuaca yang menyebabkan jalanan becek.

Keputusan tidak meluluskan Aldi menuai protes dari Pembaru bersama beberapa organisasi lainnya. Bersama keluarga, mereka mendatangi sekolah untuk melakukan hearing. Namun kata Wijaya, permintaan itu ditolak Kepala SMAN 1 Sembalun. Katanya, Aldi dinyatakan tidak lulus karena sering melanggar aturan sekolah dan tidak mentaati perintah guru.

“Ini jelas-jelas gambaran dari sikap antikritik seorang kasek,” terangnya.

Karena itu, saat ini pihaknya melakukan konsolidasi dan meminta kepada semua pihak untuk menyuarakan

Di Selong sendiri, Divisi Pendidikan Advokasi Front Mahasiswa Nasional M Ali turut mengecam tindakan Kepala SMAN 1 Sembalun. Ia menerangkan, Aldi dikenal sebagai pemuda yang cakap dan berani menyuarakan pendapatnya untuk membela teman-temannya yang selama ini bungkam. “Tapi akibatnya dia tak diluluskan. Tentu apa yang dilakukan Kepala SMAN 1 Sembalun merupakan kesalahan,” jelasnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Kepala SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali belum bisa dihubungi. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks