alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Polres Lotim Akan Koordinasi dengan Inspektorat Terkait Dugaan Penyelewengan DD

SELONG-Polres Lombok Timur mengapresiasi kedatangan warga Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga yang melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana desa (DD) oleh kepala desa. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama.

“Kita atensi dan apresiasi langkah warga yang datang melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana desa tersebut,” kata Yogi kepada Lombok Post, kemarin (17/2).

Ia menerangkan, laporan yang masuk pada Jumat (15/2) lalu itu saat ini masih di meja Kapolres Lotim. Kata Yogi, pihaknya masih menunggu perintah langsung untuk dilimpahkan ke Satreskrim.

Diterangkan, sekitar 20 orang warga Desa Gerung Permai datang ke Mapolres Lotim membawa surat laporan adanya dugaan penyelewengan dana desa tahun anggaran 2018. Dalam surat tersebut dijelaskan dengan lengkap poin-poin dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh kepala desa. Jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Kasus seperti ini tidak sebentar. Prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Salah satu yang kita lakukan adalah meneliti, mengkaji, dan mengonfirmasi data-data yang diberikan pelapor,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sangat berhati-hati. Terutama dalam asas praduga tak bersalah. Ia menegaskan, lebih baik menangkap satu orang yang jelas bersalah dari pada mendapatkan ratusan namun masih abu-abu.

Dalam kasus tersebut, ia juga menegaskan jika hal itu juga membutuhkan koordinasi. Terutama menunggu pihak dari Inspektorat Lotim. “Tapi sekali lagi kami memberi atensi penuh atas kesadaran warga,” terangnya.

Sementara itu, Inspektur Lotim Haris menerangkan jika pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan penyelewengan dana desa tersebut. “Belum ada,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi Jumat (15/2) lalu. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks