alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

SELONG-Aldi Irpan, siswa SMAN 1 Sembalun yang tak diluluskan sekolahnya karena dianggap melawan guru tak tinggal diam. Bersama ayahnya, Amaq Ruin, ia mengatakan belum ingin berhenti memperjuangkan kebenaran yang diyakininya. Setelah meminta kelunakan hati Kepala SMAN 1 Sembalun lewat hearing buntu, kini ia akan menempuh jalur hukum.

“Kemarin dihubungi dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Mataram, kami diminta mengirim surat kuasa,” kata Aldi, kemarin (17/5).

Menurut Aldi, jalur hukum ia yakini akan memperjelas duduk perkara. Dia merasa telah sengaja tidak diluluskan karena ketidaksukaan kepala SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali secara pribadi. Ia berani membuktikan, bahwa ia sebenarnya sangat layak diluluskan.

Kata Aldi, jika persoalan tidak disiplin, banyak sekali teman-temannya yang berkali-kali melanggar atau bahkan ditemukan merokok di sekolah. Tapi tetap diluluskan. Ia melihat, kasem sudah mempersiapkan untuk tidak meluluskannya. “Ini memang sudah dia katakan sebelumnya,” jelasnya.

Sedang persoalan nilai, Aldi yakin nilainya bagus. Ia memperlihatkan nilai UNBK. Total 192 di raihnya. Angka itu menjadikannya di peringkat kedua tertinggi di kelasnya.

Ayah Aldi, Amaq Nuin mengatakan, heran melihat sikap kasek kepada anaknya. Upaya minta maaf atas kesalahan anaknya sudah tiga kali ia lakukan. Terakhir satu bulan sebelum UNBK berlangsung. “Tapi katanya maaf itu tidak diterima karena saya datangnya hari minggu. Itu hari liburnya,” terang Amaq Nuin kesal.

Maka kini, Amaq Nuin mengatakan akan membantu anaknya melalui jalur hukum. Ia mengatakan hanya ingin melihat Aldi mendapatkan haknya untuk diluluskan. Selebihnya, tidak sampai menuntut kasek SMAN 1 Sembalun diberhentikan. “Cukup jadi pembelajaran. Jangan sampai hal seperti ini terjadi kembali di dunia pendidikan kita,” harapnya.

Lombok Post yang berkunjung ke SMAN 1 Sembalun sayangnya tidak bisa bertemu kases atau wakasek maupun guru di sana. Menurut salah seorang warga di sana, semua pengajar SMAN 1 Sembalun sedang menghadap ke Dikbud. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks