alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dewan Lotim Sidak JPS : Pengusaha Penyedia Barangnya Itu-itu Saja!

SELONG-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim mempertanyakan pemasok sembako untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) kabupaten. “Ini saya lihat suppliernya itu-itu saja. Jeruk makan jeruk,” kata Ketua Komisi IV DPRD Lotim HL Hasan Rahman usai sidak ke gudang PD Agro Selaparang, Selasa (16/6).

Politisi Golkar itu mencatat, ada beberapa pemasok yang terdaftar di Agro Selaparang. Kata dia pengusaha yang menyuplai barang masih sama. Artinya, PD Agro Selaparang tidak berupaya membeli barang dari pengusaha kecil. “Ini jelas-jelas merugikan pengusaha kecil,” tegasnya.

Dia pun mencurigai keberadaan UD dan CV yang dilihatnya dalam daftar. Menurutnya, pengusaha yang terdaftar adalah mereka yang bermodal besar. Hal itu sangat tidak relevan dengan harapan memberdayakan UMKM di Lotim. Ia menyayangkan jika uang daerah digunakan hanya untuk menguntungkan sebagian orang.

Pria yang akrab disapa Maman itu juga mempertanyakan perputaran uang yang disebabkan oleh kondisi tersebut. Menurutnya, jika kondisinya seperti itu, lebih baik pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jika dikhawatirkan masyarakat penerima tidak membeli kebutuhan pokok, setidaknya uang itu beredar di tengah masyarakat. “Beli apapun, tapi perputaran uangnya di Lotim. Untuk masyarakat Lotim. Daripada menguntungkan segelintir orang saja,” protesnya.

Lebih tegas, ia menyentil adanya balas jasa suksesi pemenangan pilkada dalam pelibatan pemasok sembako tersebut. “Kalau pengusaha ini tim sukses, kami juga partai Golkar ada di garda terdepan. Jadi ini yang harus diperhatikan lagi oleh bupati,” pintanya.

Selain pemasok, Maman juga mengkritisi jenis barang yang diadakan. Menurut Rahman, seharusnya ada efisiensi jenis sembako yang diberikan. “Ini adanya ikan teri juga harus diperhatikan kondisinya,” jelas dia.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan mengundang PD Agro Selaparang dan Disperindag untuk mengevaluasi persoalan tersebut. “Sudah kita undang. Besok (hari ini) akan kita minta penjelasannya,” tegasnya.

Terpisah, Direktur PD Agro Selaparang Sukirman membantah jika pihaknya dikatakan menguntungkan pengusaha tertentu. Karena UMKM yang diminta mengadakan barang tidak sepenuhnya siap di Lotim. Sementara kerja di tengah pandemi covid-19 membutuhkan kecepatan. “Kita tidak bisa menunggu lama. Ini semua harus segera, segera,” kata Sukirman.

Ia mengamini jika pemasok sembako tahap pertama dan kedua tidak mengalami perubahan. Ada yang berubah, tapi masih ada juga pengusaha lama yang kembali dilibatkan. “Ke depan tentu akan kita gilir. Ini tetap menjadi evaluasi kami,” jelasnya.

Menurutnya, tidak mungkin untuk melibatkan semua pengusaha kecil. Misalnya saja kebutuhan pengadaan telur 37 ribu tray. Sementara satu UMKM hanya bisa memasok dua sampai lima ribu tray. Karena itu, pihaknya meminta UMKM untuk menyatukan barangnya. Baru diambil di satu tempat. “Saat ini untuk telur 99 persen kita beli dari peternak di Lotim. Ke depan tentu kita berusaha seratus persennya,” jelasnya.

Karena itu, jika di tahap kedua ini belum mampu memberdayakan lebih banyak pengusaha kecil, ia berharap ada perbaikan ditahap ketiga. Kata Sukirman, pihaknya senang dengan kepedulian legislatif yang turun mengawasi kinerja mereka. “Kita juga butuh masukan dan menerima setiap kritik yang membangun,” pungkasnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks