alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Para Petugas Perakit Kotak Suara Kardus Pemilu di Lotim

Sekitar 19 ribu kotak suara kardus telah diamankan KPU Lombok Timur sejak Jumat (15/2) lalu. Tapi kotak suara itu belum dirakit. Untuk merakitnya, KPU Lotim mempekerjakan sekitar 20 orang. Masing-masing dari mereka memiliki jatah sekitar seribu kardus untuk dirakit. Upahnya Rp 1.200 per kotak. 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

=========================

Bagi M Solihin, tak butuh satu menit untuk merakit satu kotak suara kardus. Semuanya sudah jadi. Tinggal memasukkannya saja ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Bagian pertama bawah, kedua atas, dan terakhir mengikat tali perekat bagian bawah kotak. Selesai. “Satu menit bisa sampai dua atau tiga kalau sudah terbiasa,” terang Solihin kepada Lombok Post, kemarin (18/2).

Solihin dan petugas perakit kotak suara lainnya memiliki waktu bekerja yang fleksibel. Intinya siapa cepat, akan mendapatkan lebih banyak upah. Kata Solihin, per kotak Rp 1.200. Jika dapat seribu, maka Rp 1,2 juta akan dikantongi dalam tiga hari. Kata Solihin, makan tidak ditanggung.

Ia sendiri bekerja dari pukul delapan pagi dan istirahat jelang siang. Setelah salat Duhur dan makan siang, pekerjaan akan dilanjutkan. Ia akan berhenti merakit pukul lima sore. Setelah itu, akan pulang. “Kalau yang mau lembur, bisa lanjut malamnya,” terang Solihin sembari menyelesaikan kotak ke dua ratus lima puluhnya hari itu.

Gedung yang disewa KPU Lotim sebagai tempat pengolahan alat pemilu terletak di lantai dua Mini Mall Selong. Luasnya sampai sekitar delapan are. Berbeda dengan tiga hari lalu, saat penulis koran ini datang, tempat tersebut sudah dipenuhi ribuan kotak suara kardus.

Tak jauh dari tempat Solihin merakit kotak suara, Sapi’i terlihat sedang menyelesaikan rakitannya yang ke enam ratus. Berbeda dengan Solihin yang sudah cekatan, Sapi’i terlihat sedikit lebih pelan. Maklum, mungkin karena faktor usia. Jika Solihin sudah menyelesaikan sekitar 800 lebih kotak suara kardusnya, Sapi’i baru mencapai enam ratusan.

Zaelani yang disebut-sebut sebagai perakit tercepat menerangkan semuanya tergantung keinginan mendapatkan lebih banyak penghasilan. Karena itu, tanpa disadari mereka kejar-kejaran. Siapa cepat, ia dapat lebih banyak. Zaelani sendiri mengaku sudah menyelesaikan lebih dari ribuan.

“Ya sebenarnya sama saja. Awal-awal juga kita lama menyelesaikan satu rakitan. Tapi kalau sudah terbiasa jadi cepat,” terangnya.

Zaelani tak menerangkan soal target selesainya. Tapi lebih cepat lebih baik. Sampai siang kemarin, ribuan kotak suara kardus yang belum dirakit masih menunggu. Sementara itu puluhan petugas terus bekerja. Menyelesaikan tugas masing-masing. Mengejar Rp 1.200 per satu rakitan. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks