alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Syarifuddin, Seniman Muda Lotim yang Membuat Instalasi ‘Sampah’

Syarif menyadari mayoritas masyarakat Lombok Timur (Lotim) masih enggan membuang sampah pada tempatnya. Atas pandangan itu, ia pun membuat karya seni instalasi yang menggambarkan bak dan keranjang sampah yang berserakan di pinggir jalan. Katanya, jarang sekali kita menemukan bak sampah yang terisi penuh.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

============================

Keranjang sampah itu diposisikan terbalik. Seperti ada seseorang yang tak menginginkan adanya sampah pada tempatnya. Ratusan botol plastik bertebaran. Di sampingnya, terdapat juga bak sampah-bak sampah yang seharusnya terisi. “Bak sampah juga sudah menjadi sampah itu sendiri,” kata Syarif kepada koran ini, kemarin (19/2).

Ide tersebut ia persembahkan dalam sebuah instalasi seni. Karya seniman muda Lotim itu akan dipertunjukkan di hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari mendatang. Menurut Syarif, ide mengenai kebersihan lingkungan tak akan habis. Terlalu banyak yang bisa dikritisi dalam hal tersebut.

“Karya ini tidak hanya untuk mengkritisi sebagian orang saja. Akan tetapi semua orang.  Termasuk diri saya sendiri,” terangnya.

Dengan khusyuk Syarif terus bekerja. Ia menempelkan satu demi satu botol plastik bekas yang beberapa hari terakhir dikumpulkannya. Kata Syarif, lumayan, ia merasakan bagaimana rasanya menjadi pemulung. Pemulung baginya adalah pekerjaan yang mulia. Sebab meski tak disadari banyak orang, manfaatnya sangat besar.

Sampah plastik berbeda dengan sampah organik. Butuh puluhan ribu tahun untuk tanah agar bisa mencernanya. Hal itu membuat bulu kuduk Syarif merinding. Sementara kesadaran masyarakat atas itu semakin menurun. Ia heran, mengapa bak sampah yang disiapkan instansi pemerintah atau swasta tak pernah terisi penuh.

Sudah disiapkan tempat, masyarakat malah membuangnya di luar bak sampah tersebut. Menurut Syarif, ini sudah membudaya. Jika terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan banjir akan terus melanda setiap musim hujan tiba. Ia pun menoleh beberapa pemberitaan koran ini yang menyebutkan betapa parahnya sistem drainase Lotim.

“Saya mengkritisi kita semua. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan peduli sampah nasional yang bersifat seremonial itu nantinya akan menyebabkan adanya sampah juga. Ini kan miris jadinya,” terang Syarif dengan nada bercanda.

Sambil terus merakit instalasinya yang baru setengah jadi, Syarif juga berharap karyanya tidak bisa sedikit banyak berbicara. Kata Syarif, tak ada gunanya anggaran pengadaan bak sampah diperbanyak. Sedangkan kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya sudah tidak ada. Artinya, sudah semestinya pemerintah memperbanyak sosialisasi. Hal tersebut sangat tepat bila dilakukan mulai di tingkat terendah. “Dari sekolah dasar,” tegasnya.

Ditanya mengenai seperti apa jadinya ketika instalasi tersebut sudah jadi seratus persen, Syarif memilih geleng kepala untuk menjawabnya. Ia mengatakan agar sebaiknya penulis koran ini bersabar dan datang kembali di hari pameran karya para seniman nanti. “Pamerannya tanggal 28 Februari nanti di Kantor Kwarcab Lotim,” jelasnya sekaligus memberi undangan. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks