alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Diprediksi Terus Bertambah

SELONG-Jumlah kerusakan rumah akibat gempa bumi 8,5 SR yang terjadi pada Minggu (17/3) lalu diperidiksi akan terus bertambah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim L Rusnan menerangkan, sampai saat ini pihaknya masih mencatat sebanyak 4.456 rumah. “Akan ada penambahan, tapi belum kita pastikan berapa. Karena kita butuh cek dulu kebenarannya,” kata Rusnan kepada Lombok Post, kemarin (19/3).

Untuk sementara, pihaknya baru bisa memastikan kerusakan yang ada di kecamatan Montong Gading. Sementara ada delapan kecamatan yang terdampak oleh gempa bumi yang untuk keseribu kalinya mengguncang Lombok tersebut. Kata Rusnan, kemungkinan ada sekitar seribu rumah yang rusak. “Itu pun belum kita klasifikasi jenis kerusakannya,” terangnya.

Selain melakukan pendataan, pihaknya juga memastikan tersalurkannya bantuan untuk korban gempa. Rusnan menerangkan, bentuk penyaluran yang dilakukan saat ini masih dilakukan sesuai pendataan.  Adapun pos pananggulangan gawat darurat bencana gempa bumi belum dididirikan. Kata Rusnan, hal itu belum bisa dibangun sebelum adanya SK status tanggap darurat dari pimpinan daerah. “Draf SKnya sudah kita buat. Tinggal diajukan ke Bupati,” terangnya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Sekda Lotim H Rohman Farly telah mengumpulkan sejumlah OPD. Namun hal itu bukan pembentukan tim tanggap darurat. Melainkan pembagian tugas kepada masing-masing OPD untuk melakukan pendataan.

Sementara untuk kebutuhan logistik korban gempa, ia menerangkan jika bantuan yang dimiliki BPBD masih cukup. Namun pihaknya tidak mau menyalurkan bantuan secara sembarangan. Apalagi kondisi bencana saat ini sangat berbeda dengan kondisi bencana sebelumnya. Kata Rusnan, di satu sisi warga juga sudah banyak yang berada di rumah hunian sementara yang mereka bangun pada gempa sebelumnya. “Kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menyalurkan bantuan. Tidak boleh sembarang,” terangnya.

Kabid Linjamsos, Dinas Sosial Lotim Huzaefah menerangkan jika pihaknya telah membangun posko tanggap darurat di Desa Pesanggrahan. Hal itu dilakukan guna memastikan stok bantuan dari dinsos tercukupi. “Memang dari ribuan rumah yang terdampak, stok kita tidak memadai. Karena itu kita membutuhkan bantuan tambahan,” kata Huzaefah.

Ia berterima kasih pada pendamping PKH, dan tim Tagana yang sejak hari pertama sudah turun membantu korban gempa di Pesanggrahan. “Tagana juga sudah membangun dapur umum,” terangnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks