alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ketika Pasar Srikaya Saleh Sungkar Berpindah ke Pancor

Bila musim buah srikaya sudah tiba, biasanya warga akan mengingat sumbernya di Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya. Tapi apa jadinya jika pedagang dengan cerdas membawanya ke tengah kota? Apalagi dengan kondisi yang sama.

=======================

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

Di Lombok, srikaya ini dikenal dengan nama srikaya butik. Ada juga yang mengatakannya dengan srikaye tain bembek (kambing) karena bentuknya yang mirip kotoran kambing. Di Indonesia, buah ini dikenal dengan sebutan srikaya batu.

“Apapun namanya, yang penting beli dan nikmati saja pak,” kata Inaq Atun, pedagang srikaya yang berlapak di depan masjid Attaqwa Pancor, Selong.

Apa yang dikatakan Atun ada benarnya. Apalah arti sebuah nama. Tapi yang terpenting kemudian adalah, bagaimana dia mendapatkan buah segar yang kesannya membuat pembeli seperti berbelanja jauh ke Pringgabaya.

Setiap hari, ia meluncur ke Dusun Saleh Sungkar, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya. Berangkat pukul 7 pagi, dan kembali sekitar pukul 2 siang. “Ini buahnya baru dipetik. Begitu panen di sana, kita langsung masukkan ke keranjang,” terangnya.

Memang benar, srikaya ini besar-besar. Informasi mengenai buah itu baru dipetik juga terlihat pada beberapa buah yang masih menyisakan ranting dan daun. Ditambah dengan kondisinya yang tidak terlalu matang. Cukup menunggu sehari untuk benar-benar menikmati keempukan dan kemanisannya.

Per kilo, Inaq Atun menjualnya seharga Rp 15 ribu. Penulis koran ini tak tahu cara menawar. Sehingga perkiraan turunnya tidak bisa dipridiksi. Mungkin bisa sampai dua sampai tiga ribu rupiah. Tergantung berapa kilo anda beli. Tapi karena ukurannya yang besar-besar, dua atau tiga buah sudah cukup satu kilo.

Dalam sehari, inaq Atun membeli dari sumbernya sebanyak 15 keranjang. Jika dihitung kiloan, satu keranjang berisi sekitar 50 kg. Inaq Atun sendiri mengambil sekitar 6 keranjang setiap harinya. “Ya itu, sekitar 300 kilo,” terangnya.

Inaq Atun sendiri sudah enam hari berjualan. Itu terhitung sejak musim panen srikaya. Dari jauh-jauh hari, ia sudah menghimpun informasi tersebut. Sebab ia tahu, srikaya itu akan sangat laris jika dijual di kota.

Berjualan dari sekitar pukul 2 siang, srikaya sebanyak enam keranjang bisa habis dalam hitungan jam. Kata Inaq Atun, terkadang habisnya magbrib, terkadang isya. “Tergantung rezeki,” terangnya.

Tapi memang benar. Baru saja srikaya itu diturunkan dari mobil bak terbuka, srikaya itu diserbu pembeli. Rohman salah seorang warga dari Selong mengaku tertarik dengan ukuran srikaya yang besar. “Makannya puas. Satu atau dua kilo saja cukup,” katanya.

Sampai musim srikaya berakhir, Inaq Atun dan beberapa teman pedagang lainnya dipastikan akan ke Saleh Sungkar setiap paginya. Siang sampai malam berjualan. Menghitung laba, lalu istirahat. Sebelum esok pagi tiba, dan para petani srikaya menunggu kedatangan mereka di Pringgabaya. Anda pilih mana, ke inaq Atun atau Pringgabaya? (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks