alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Verifikasi Data Hambat Penyaluran Bantuan JPS untuk Warga Lombok Timur

SELONG-Penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Lotim sampai saat ini masih terkendala data. Pemerintah desa yang diberikan waktu untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi data tak sepenuhnya cepat bekerja. “Kita berikan 3×24 jam. Tapi sampai hari ini masih ada yang datang dan ngotot minta diperbaiki datanya,” kata Kadinsos Lotim H Ahmat, Jumat (19/6).

Padahal waktu tiga hari yang diberikan terhitung sejak 16 Juni lalu. Sementara penyaluran JPS kabupaten tahap kedua sedang berjalan. Bahkan minggu ini akan habis dibagikan.

Menurut Ahmat, sebenarnya tidak ada pengurangan penerima JPS kabupaten tahap kedua. Namun yang ada adalah penyesuaian data karena adanya tambahan 25 ribu KPM BPNT dari pusat. “Secara otomatis, penerima BPNT baru tidak lagi berhak mendapatkan paket bantuan JPS kabupaten,” paparnya.

Persoalannya data BPNT tersebut datangnya by name by adress (BNBA). Sehingga pihaknya harus turun melakukan verifikasi. Dari 25 ribu KPM BPNT terbaru, terdapat sekitar 4000 KPM yang terdata ganda. “Kalau datangnya kuota, kita tinggal olah. Ini ada yang sudah meninggal dunia, ke Malaysia, dan lainnya,” jelasnya.

Koordinator Kabupaten Pendamping PKH Lotim Saparudin menerangkan, data BPNT yang diambil dari Basis Data Terpadu (BDT) seharusnya bisa maksimal diverifikasi di tingkat desa. Selama pandemi covid-19, ada sebanyak 4.600 KPM PKH yang bertambah. “Kalau PKH, sudah tentu dapat BPNT. Tapi pemutakhiran data oleh pendamping PKH tidak secepat pemutakhiran yang dilakukan TKSK yang hanya satu orang di setiap kecamatan,” jelas Saparudin.

Saparudin menerangkan, semestinya Pemkab Lotim tidak secepat itu mengupdate data JPS kabupaten karena adanya tambahan BPNT sebanyak 25 ribu KPM. Karena bisa jadi jumlah tambahan KPM BPNT di satu desa belum tentu adalah orang yang sama dengan penerima JPS Kabupaten. “Seharusnya dibiarkan dulu. Setelah verifikasi berjalan, baru dievaluasi,” jelasnya. (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks