alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Jenggik dan Rarang Diguyur Hujan Es, BMKG: Itu Fenomena Alamiah

SELONG-‘Tak, tok, tak, tok….’. Suara rintik hujan terdengar tak seperti biasanya. Atap rumah warga berbunyi lebih kencang. “Ternyata yang turun butiran es batu sebesar jari kelingking,” kata Kades Jenggik, Samsul Hadi saat dihubungi Lombok Post, kemarin (19/12).

Hujan es itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Menurutnya ini bukan yang pertama kali terjadi. Kata Samsul, fenomena yang menggegerkan warga itu terjadi juga seminggu sebelumnya. Sama seperti minggu lalu, hujan es ini selalu disertai angin kencang. “Ada puluhan rumah warga yang atapnya rusak diterjang angin,”  jelas dia.

Angin kencang juga menyebabkan pohon besar tumbang di Desa Rarang, Kecamatan Terara. “Tepat di jembatan Rarang itu,” terang Samsul.

Kondisi ini membuat warga kagum, girang, sekaligus mencekam. Ekspresi warga atas fenomena alam itu campur baur. Karena berbentuk es, hujan ini masuk ke dalam rumah warga. “Rumah saya digenangi air. Tidak ada tempat tidur malam ini,” tuturnya.

Samsul berharapa Pemkab Lotim menanggapi dampak dari hujan disertai angin kencang itu. Menurutnya, puluhan atap rumah warga yang rusak sampai saat ini belum tersentuh bantuan. Ia berharap, pemerintah segera turun menyalurkan bantuan kepada warga.

Adapun dampak dari angin kencang kemarin belum sempat ia data. “Tapi tadi kami dapat info kalau ada lagi rumah warga yang terdampak,” jelasnya.

Fenomena hujan es itu membuat warga sekitar geger. Warga mengabadikan kejadian itu di telepon pintar mereka dan menguoploadnya di sosial media. Dalam video, mereka tak berhenti mengucapkan kalimat pujian pada Allah. “Subhanallah, Allahuakbar,” kata salah seorang warga jenggik dalam video di akun medsosnya.

Warga Desa Jenggik HL Iswan Mulyadi membenarkan fenomena alam tersebut. “Ya, ini yang kedua kalinya,” kata Iswan meyakinkan.

Ia menjelaskan, hujan es yang terjadi pasti disertai angin kencang. Selain itu, intensitas hujan juga sangat lebat.

Pengamat cuaca BMKG BIL Praya Aprilia Mustika menerangkan, hujas es merupakan fenomena cuaca alamiah. Biasanya terjadi dengan durasi yang cukup singkat dan disertai hujan lebat. “Juga disertai kilat atau petir dan angin kencang,”  kata Aprilia.

Dalam pengamatannya, hujan lebat disertai angin kencang kemarin terjadi di Penujak, Loteng, dan Kecamatan Terara Lotim. Kata Aprilia, memang terpantau dari citra satelit adanya pertumbuhan awan yang cukup signifikan. “Sejak pukul 14.00 Wita,” jelasnya.

Pertumbuhan awan tersebut mengindikasikan adanya proses konvektif yang cukup kuat. “Sehingga tidak hanya hujan air, namun juga butiran es,” terangnya.

Hujan es dalam istilah meteorologi disebut hail yang berarti butir-butir es. Proses terjadinya hujan es sama halnya dengan pembentukan hujan. Namun proses konveksi yang cukup kuat menyebabkan temperatur berada di bawah titik beku. Karena kelewat jenuh, maka terbentuklah butir-butir es yang turun ke bumi. “Ini alami,” tegasnya. (tih/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks