alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

DBD Ancam Warga Perkotaan

SELONG-Setiap tahun, khususnya saat musim hujan, demam berdarah dengue (DBD) selalu menjadi ancaman. Termasuk di Kabupaten Lombok Timur. Sejak Januari 2019, tercatat ada puluhan orang digigit nyamuk Aedes Aegypti.

“Per 20 Januari, kami mencatat ada 20 kasus. 11 di antaranya masih diduga. Empat di antaranya positif. Tapi tidak ada yang shock sindrome atau menyebabkan kematian,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim drg Asrul Sani.

Sementara memasuki bulan Februari, Kasi Pelayanan Bidang Pelayanan RSUD dr R Soedjono Selong Joni Sanjaya menerangkan ada puluhan pasien terjangkit DBD. Baik yang dicurigai maupun yang sudah positif. “Sejak musim hujan, ada peningkatan kasus DBD dibanding sebelum musim hujan,” kata Joni.

Joni menerangkan, di bulan Februari ada lima pasien yang positif DBD. Dari angka tersebut, ada juga yang dicurigai atau diduga. Pasien tersebut terdiri dari dewasa dan anak. Rata-rata sudah dapat ditangani. Dari jumlah itu, ada anak yang sempat memasuki fase shock atau pendarahan yang bisa saja menyebabkan kematian. “Bersyukur kasus tersebut bisa kami tangani dengan segera,” ujarnya.

Menyebut kenaikan angka kasus DBD, Joni menerangkan jika pasien lebih banyak berasal dari sekitar Selong. “Terutama kompleks Rumah Sehat di Kelurahan Pancor. Kasusnya berulang-ulang setiap tahunnya,” terangnya.

Joni menerangkan pasien dari desa baik di ujung utara maupun selatan justru berkurang. Kemungkinan karena disebabkan oleh adanya penanganan di Puskesmas. Selain itu, kasus yang terjadi di desa lebih kepada Malaria. Kata Joni, justru yang mengkhawatirkan sekitar Selong, Rumbuk, dan wilayah sekitar yang berada tak jauh dari rumah sakit.

Berbicara mengenai pelayanan rumah sakit, Joni menegaskan jika pihaknya tetap memberikan yang terbaik. Terlebih dengan adanya dokter spesialis. Baik penyakit dalam maupun anak. Karena itu, rumah sakit sudah menyiapkan diri dalam menerima kasus yang tidak bisa ditangani di puskesmas. “Di sini kita juga memiliki alat yang lebih lengkap,” terangnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks