alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Imam Darmawan, Tunawicara Inspiratif dari Lepak, Sakra Timur (1)

Ada yang menarik di Rainbow Heavens Es Krim yang terletak di depan Pancor Trade Center (PTC). Hal itu karena Imam Darmawan bersama istrinya Penia Ranita An Nur. Kedua pemilik usaha tersebut memiliki keterbatasan. Uniknya, karyawan sampai tukang parkirnya juga tunawicara. Berikut laporannya.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

============================

Tak ada yang menyangka Ahmad Andika Saputra tak bisa berbicara. Badannya cukup tinggi. Berparas tampan dengan cukuran rambut rapi. Siang itu, ia duduk di Rainbow Heavens Es Krim tempatnya bekerja. Menunggu pembeli dengan sabar.

Ketika penulis koran ini tiba, ia langsung memberi senyuman. Dengan gaya terlatih, ia segera memperlihatkan menu yang tersaji di atas kulkas es krim. Saat itu seorang pembeli lainnya datang. Penulis koran ini sengaja memberikan waktu untuk pembeli yang niatnya memang datang untuk menikmati es krim. “Coklat stroberinya satu,” kata pembeli itu kepada Ahmad.

Saat menyebutkan jenis es krim yang dipesannya, tangan si pembeli menunjuk gambar di lembaran menu tersaji. Dengan cekatan Ahmad pun langsung menyajikan apa yang dipesan pembeli. Sederhana. Pembeli itu tahu, Ahmad tak bisa berbicara. Pun juga tak mendengarkan apa yang dikatakannya.

Ahmad merupakan anggota organisasi Gerkatin Lombok Timur. Gerkatin merupakan sebuah organisasi yang mengumpulkan para tunawicara. Di Lotim, ketua Gerkatinnya bernama Imam Darmawan. Dialah orang yang dengan keterbatasannya, memiliki semangat tinggi untuk berbagi.

Untuk menjelaskan lebih detail mengenai pertanyaan koran ini, Ahmad segera memanggil Imam yang siang itu sedang istirahat di balik banner tokonya. Ia dengan segera memahami maksud tujuan koran ini. Jujur, penulis koran ini sedikit kesulitan melakukan wawancara. Beruntung, Imam bisa membaca dan menulis. “Saya mulai jualan sejak Oktober 2018,” tulis Imam di notebook Lombok Post.

Lewat tulisan juga, ia menerangkan jika semua yang diajak berjualan merupakan tunawicara. Ia membangun usaha tersebut bersama istrinya tercinta Penia. Ahmad merupakan karyawannya yang diajak dari Gerkatin. Tak hanya Ahmad, Saipul juga diajaknya. Sesuai kemampuan, Saipul bertugas sebagai tukang parkir di tempat tersebut. “Di Gerkatin kami berbagi. Kami berusaha untuk bisa memberi. Bukan meminta-minta,” terangnya. (bersambung/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks