alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Selasa Ngakak, Program Mingguan Stand Up Indo Lombok Timur

SEJAK berdiri tahun 2016 lalu, Komunitas Stand Up Indo Lotim secara konsisten menggelar program mingguan bertajuk Selasa Ngakak. Dalam acara itu, komunitas menggelar open mic. Siapapun boleh unjuk kebolehan berstandup. Lokasinya berpindah-pindah dari kafe ke kafe.

—-

Suasana malam Rabu itu pecah membahana. Penonton tertawa lepas mendengar komedi yang disampaikan para stand up komedian di komunitas Stand Up Indo Lombok Timur. Mereka adalah anak-anak muda yang memiliki hobi melantunkan komedi.

“Stand up indo Lotim ini terbentuk dari kegabutan para pengangguran yang saat itu bingung mau melakukan apa,” kata salah seorang penggagas Stand Up Indo Lotim Rizki Saputra pada Lombok Post.

Acara malam itu hampir sama dengan acara-acara Selasa Ngakak lainnya. Rizki atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Imob Sakit menjelaskan, Selasa Ngakak sebagai program rutin komunitas. Dari sekian banyak program lainnya yang dijalankan, Selasa Ngakak adalah yang paling konsisten digelar.

Baca Juga :  PT Fajar Borneo Raya NTB Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah

Konsep Selasa Ngakak sama dengan program open mic pada umumnya. Di mana, selain menampilkan para komika lokal di Lombok atau yang tergabung di Stand Up Indo Lotim, mereka juga memberikan ruang pada penonton yang ingin unjuk kebolehan.

“Terkadang dari sana kita menemukan orang yang ingin gabung ke komunitas,” jelasnya.

Latar belakang tercetusnya ide Selasa Ngakak sebenarnya mengikuti tujuan dari dibentuknya komunitas Stand Up Indo Lotim. Kata Imob, dulu, kegiatan open mic hanya bisa mereka jumpai di Mataram.

Beberapa kali mereka harus menempuh jarak 60 kilometer untuk dapat nonton stand up komedi. Lantas dari itu, Imob bersama Sajidin Istar, Omet Romdan Ramdani, Valqi Jakson, Iqbal Gagal Panen, dan Eyun Bawel berinisiatif membentuk komunitas.

Sejak awal mula berjalan, lokasi program dijalankan dari kafe ke kafe. Awalnya mereka membangun kerja sama dengan pemilik kafe. Mulai dari PTC Pancor, Kafe Kita Selong, Kedai Solah, Puzzle, Bang Dik Coffee, dan Kafe Quantum.

Baca Juga :  Akhirnya, Tumpukan Sampah di Pantai Labuhan Haji Dibersihkan

“Sekarang kita pindah-pindah. Setelah materi yang kita bawakan semakin bagus, banyak kafe yang menawarkan,” jelasnya.

Selasa Ngakak tetap eksis karena dibentuk sebagai wadah berlatih stand up. Selain itu, tidak jarang mereka juga mendapatkan anggota baru dari kegiatan tersebut. Namun tidak hanya itu, para anggota Stand Up Indo Lotim memiliki impian untuk menjadi komika profesional. Setiap tahun, mereka juga menyasar ajang kompetisi stand up comedy. “Tahun ini ada beberapa dari kami yang mengikuti audisi,”  tutur Imob.

Menariknya, sebagai komika, melalui Selasa Ngakak mereka bisa masuk ke dalam komunitas manapun, seperti musik, sastra, literasi, fotografi, dan komunitas lainnya. “Kami juga mengembangkan kemampuan sebagai pembawa acara dan konten kreator,” tutupnya. (*/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/