alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Perkara yang Ditangani PA Selong Naik 30,6 Persen, Perceraian Mendominasi

SELONG-Tahun 2021, Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas IB menerima 2.888 perkara. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 dengan 2.211 perkara.

“Naik sebesar 30,6 persen,” kata Hakim/Humas PA Selong H Fahrurrozi, SHI., MH, Minggu (23/1).

Berdasarkan data, tahun 2015 PA Selong menerima 2.089 perkara, tahun 2016 menerima 2.018 perkara, tahun 2017 menerima 2.126 perkara, tahun 2018 menerima 2.008 perkara, tahun 2019 menerima 2.079, tahun 2020 menerima 2.211, dan tahun 2021 menerima 2.888 perkara.

“Perkara perceraian menempati posisi teratas,” bebernya.

Cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh istri sebanyak 1.037 perkara dan cerai talak atau perceraian yang diajukan suami sebanyak 273 perkara. “Total semuanya perceraian ada 1.310 perkara,” tambahnya.

Selain menjadi perkara terbanyak, sambung Fahrurrozi, perceraian tahun 2021 mengalami kenaikan dari 1.214 perkara pada tahun 2020 menjadi 1.310 perkara. Perkara lain setelah perceraian sesuai urutan banyaknya adalah itsbat nikah sebanyak 1.295 perkara.

Kemudian dispensasi nikah sebanyak 141 perkara, gugatan waris 67 perkara, gugatan harta bersama 26 perkara, perwalian 16 perkara, penetapan ahli waris 13 perkara, penetapan wali adhol 5 perkara, permohonan izin poligami 3 perkara, asal usul anak 2 perkara, pencegahan pernikahan 2 perkara, penolakan pernikahan 1 perkara, gugatan pembatalan hibah 1 perkara dan 6 perkara lainnya.

Baca Juga :  Awal Tahun, 245 Pasangan Ajukan Cerai di Bima

“Itsbat nikah dan dispensasi nikah naik cukup drastis. Tahun 2020 itsbat nikah berjumlah 821 perkara dan tahun 2021 berjumlah 1.295 perkara. Tahun 2020 dispensasi nikah berjumlah 44 perkara dan tahun 2021 berjumlah 141 perkara,” jelasnya.

Sementara itu, perkara gugatan waris menurut Fahrurrozi masih menjadi kekhasan PA Selong. Disebut demikian, karena tidak semua pengadilan di Indonesia menerima banyak gugatan waris.

Gugatan waris di PA Selong pada tahun 2014 berjumlah 94 perkara, tahun 2015 berjumlah 80 perkara, tahun 2016 berjumlah 69 perkara, tahun 2017 berjumlah 57 perkara, tahun 2018 berjumlah 70 perkara, tahun 2019 berjumlah 61 perkara, tahun 2020 berjumlah 61 perkara, dan tahun 2021 berjumlah 67 perkara.

Fahrurrozi menjelaskan gugatan waris PA Selong tidak hanya banyak, lebih dari itu juga berbobot. Pewarisnya kebanyakan sudah lama meninggal dunia, bahkan ada yang meninggal dunia sebelum Indonesia merdeka.

Sehingga jumlah pihak beperkara banyak sekali. Ada perkara pihak beperkara lebih dari 100 orang. Untuk itu begitu lamanya harta ditinggalkan pewaris, maka harta itu pun banyak yang telah berpindah ke orang lain melalui jual beli, gadai atau hibah atau pun wakaf.

Baca Juga :  Tetebatu Akan Dinilai Tahun Depan, Menparekraf Akan Evaluasi Persiapan

Di samping 2.888 perkara yang diterima selama tahun 2021, PA Selong juga masih menyelesaikan sisa perkara tahun 2020 sebanyak 160 perkara. “Berarti dalam tahun 2021 PA Selong menangani 3.048 perkara. 2.991 perkara sudah diputus dan 57 perkara menjadi sisa yang akan dilanjutkan tahun 2022,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Fahrurrozi bahwa dari perkara yang diputus itu ada sebagian yang tidak dapat diterima oleh pihak-pihak beperkara. Sehingga mereka mengajukan upaya hukum berikutnya.

“Dalam tahun 2021, PA Selong menerima pendaftaran 35 perkara banding, 22 kasasi dan 4 Peninjauan Kembali (PK),” jelasnya.

Dari banyak perkara yang ditangani pengadilan yang wilayah hukumnya meliputi seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur ini, sebagian diwakili oleh kuasa. Selama tahun 2021 ada 566 surat kuasa yang terdaftar. Dari jumlah itu, 523 berupa kuasa advokat dan 43 berupa kuasa insidentil (keluarga). (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/