alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

SELONG-Baru saja Dinas Pariwisata Lombok Timur menyiapkan ancang-ancang perbaikan destinasi wisata dari APBD dan DAK, gempa bumi datang kembali. Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dispar Lotim Samsul Hakim menerangkan, gempa tersebut menyebabkan bertambahnya kerusakan pada sejumlah destinasi wisata. “Khususnya di Sembalun,”  kata Samsul, kemarin (22/3).

Salah satu destinasi yang banyak diminati wisatawan di Sembalun adalah rumah adat Bale Beleq. Destinasi yang menjadi satu paket dengan panorama indah bukit Solong tersebut sampai saat ini belum bisa diperbaiki. Samsul mengatakan, dana pembangunan dari DAK tidak dianggarkan untuk revitalisasi.

“Sementara dana APBD 2019 sebesar Rp 895 juta tahun ini kita fokuskan ke pembangunan destinasi Cemare Siu,” terangnya.

Dana alokasi khusus (DAK) yang akan cair berjumlah Rp 4,4 miliar. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan kembali destinasi wisata di enam kecamatan. Yaknu, Sikur, Pringgasela, Pringgabaya, Labuhan Haji, Jerowaru, dan Sembalun.

Kata Samsul, masing-masing destinasi akan mendapatkan dana perbaikan sekitar Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Sementara untuk pembangunan kembali Cemare Siu di Sembalun, pihaknya dibantu oleh Dispar NTB. Sehingga totalnya akan bernilai Rp 1,5 miliar.

Pembangunan rumah adat Bale Beleq sendiri dinilai penting melihat tingkat wisatawan budaya di Indonesia yang mencapai 60 persen. Samsul mengatakan, rumah adat di Dusun Dasan Kodrat, Desa Sembalun Lawang tersebut jauh lebih banyak menarik minat wisatawan dibanding dengan bbukit Selong di sampingnya.

Sebelumnya, Lombok Post mewawancarai penjaga rumah adat Inaq Ruh. Ia mengatakan sebelum gempa, tingkat kunjungan wisatawan cukup tinggi. Hampir setiap hari ada. Terutama hari Minggu. “Sebelum atau sesudah ke bukit Selong, mereka turun melihat-lihat rumah ini,”  kata Inaq Ruh.

Ia mengatakan telah lama tinggal di rumah adat tersebut. Sembari mengenang masa kanak-kanak di dalam rumah adat, ia berharap rumah tersebut bisa dibangun kembali. “Ini peninggalan leluhur saya,” ujarnya.

Saat ini, tidak ada satu pun wisatawan yang berkunjung ke sana. Kondisi destinasi wisata yang cukup banyak diminati tersebut kini terlihat sepi. Pantauan koran ini, sisa reruntuhan juga belum dibersihkan sama sekali.

“Beberapa yang menyerahkan bantuan kadang berfoto dan melihat-lihat kondisi. Itu saja. Kalau wisatawan seperti dulu belum ada,” terang Inaq Ruh yang mengaku menjaga rumah adat tersebut bersama  suaminya.

Kadispar Lotim Dr H Mugni menerangkan, pembuatan rumah adat tersebut nantinya dipastikan tidak akan mengubah tatanan aslinya. Karena justru di sanalah daya tariknya bagi wisatawan. “Untuk anggarannya, nanti akan kita usahakan di APBD Perubahan,” kata Mugni.

Kerusakan infrasktruktur destinasi karena gempa juga mengakibatkan ditutupnya kembali sejumlah destinasi pendakian. Mugni menerangkan pihaknya telah meminta untuk menutup untuk sementara pendakian ke Bukit Pergasingan. “Jadi wisatawan tidak kami perbolehkan naik sampai batas waktu yang akan kita tentukan kemudian,” jelasnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks