alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

SELONG-Rumah tahan gempa (RTG) jenis riko yang roboh akibat gempa 5,8 SR tidak mengalami kerusakan pada konstruksi tahan gempanya. Koordinator Rekompak Wilayah Lotim Kusmayadi M Toha menerangkan, jika RTG yang sedang dalam pembangunan hanya mengalami kerusakan pada tembok. “Sementara bisa dilihat sendiri, konstruksi tahan gempanya masih utuh,” kata Kusmayadi kepada Lombok Post, kemarin (22/3).

Ia menerangkan, sekitar tujuh unit RTG yang rusak memang sedang dalam pembangunan. Kata Kusmayadi, konstruksi tahan gempa pada bangunan tersebut belum sempurna. Memang benar ada kerusakan, namun hal itu disebabkan karena pengecoran konstruksi di bagian atas belum ada. “Semua yang rusak baru pasang tembok. Belum dipasang konstruksi atasnya,” terangnya.

Dalam pembangunan RTG, timnya melakukan pemeriksaan terhadap proses pembangunan RTG melalui konstruksi. Konstruksi tahan gempa, kata Kusmayadi terletak di bagian bawah, kolong, dan atas. Untuk pemantauan sendiri, tim juga memeriksa bagian tersebut. Pemeriksaan dilakukan saat konstruksi bagian bawah dilakukan. Selanjutnya dilakukan kembali setelah konstruksi bagian atas jadi.

Laki-laki kelahiran Masbagik itu juga menerangkan RTG jenis riko yang rusak akibat gempa di Desa Pesanggrahan masih pencairan tahap pertama. Sehingga masih ada tahap kedua dan ketiga. Pihaknya memastikan akan terus melanjutkan pembangunan. “Kami sudah melakukan pendataan dan memastikan proses pembangunan sudah melalui prosedur,” jelasnya.

Memang masyarakat dalam Pokmas diberikan keleluasaan dalam memilih jenis hunian tetap. Syaratnya, rumah harus tahan gempa. Namun apakah kerusakan RTG yang dalam pembangunan disebabkan oleh minimnya pemantauan dari fasilitator?

Mengenai hal tersebut, Kusmayadi menegaskan jika semua sudah berjalan sesuai prosedur. Tim sudah memastikan konstruksi tahan gempa pada bangunan sudah benar. “Jika rumah sudah jadi, bisa dipastikan rumah itu tahan gempa. Kalau ini kan belum konstruksinya belum jadi,” ujarnya.

Hal serupa juga ditegaskan tenaga ahli struktur RTG Rekompak Lotim Hadi Syafrullah. Ia menerangkan jika RTG terletak pada strukturnya. Jadi yang diperhatikan jika gempa terjadi adalah apakah strukturnya rusak atau tidak. Bukan temboknya. Memang benar pada bangunan tersebut ditemukan ada kusen yang roboh. Tapi itu disebabkan oleh belum terpasangnya konstruksi tahan gempa bagian atas.

Gempa yang terjadi 17 Maret lalu seolah menguji RTG yang sedang dalam pembangunan. “Kalau jadi semua, baru boleh dicoba,” kata Hadi.

Kepala Pelaksana Harian BPPD Lotim Purnama Hadi menerangkan, jika proses pendataan rumah rusak akibat gempa masih terus berlangsung. Sampai 21 Maret, pihaknya mencatat terdapat sebanyak 8.005 rumah yang rusak di tujuh kecamatan terdampak.

Selain terus melakukan pendataan, pihaknya juga sedang fokus melakukan pendistribusian bantuan kepada korban gempa. “Selama masa tanggap darurat sesuai SK bupati, kami terus melakukan pendataan dan memperhatikan kondisi para pengungsi,” kata Purnama.

Sampai saat ini, dikabarkan baru ada dua titik pengungsian yang dibangun. “Ada dua titik di Montong Gading dan Aikmel. Untuk sementara ini itu saja,”  pungkasnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks