alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Objek Wisata Dibuka, Sembalun Mulai Ramai Pengunjung

SELONG-Pelaku usaha pariwisata di Kecamatan Sembalun panen pengunjung. “Semua tempat penginapan penuh,” kata Ketua Pokdarwis Lotim Royal Sembahulun pada Lombok Post, Minggu (21/6).

Informasi mengenai dibukanya kembali pintu pariwisata per 20 Juni lalu dengan cepat menyebar ke masyarakat. Kata Royal, Sembalun menjadi pilihan utama untuk melepas rasa penat. Apalagi setelah berbulan-bulan lamanya tak bisa ke mana-mana. “Kalau seribu orang itu hanya yang di bukit-bukit,” terang Royal yang juga sebagai salah satu pelaku usaha pariwisata di Sembalun.

Royal menerangkan, pengunjung yang datang rata-rata merupakan wisatawan lokal. Namun tidak hanya dari Lotim, melainkan kabupaten lainnya di Lombok. Berjubelnya warga sampai-sampai membuat jalan di Pusuk Sembalun macet. Tentu sangat sulit menerapkan physical distancing di sana.

Menurutnya, saat ini mental masyarakat Sembalun lebih tenang dan siap menghadapi pandemi Covid-19. Meski sampai saat ini masih ada satu warga Sembalun yang positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Selong. Kata Royal, kewaspadaan akan penyebaran virus korona tidak boleh kendor. “Walaupun dibukanya pariwisata ini adalah kabar gembira bagi kami. Karena ekonomi masyarakat sudah sekarat,” jelasnya.

Royal menerangkan, semua pelaku usaha pariwisata di Sembalun telah menerapkan protokol kesehatan covid-19. Di semua pintu masuk ke bukit, disiapkan alat pengukur suhu tubuh. Namun hal tersebut tentu tidak bisa diterapkan di Pusuk Sembalun. Kata Royal, di sana dibutuhkan ada petugas yang lebih banyak dan mengatur pergerakan pengunjung.

“Saya kira, kalau hanya imbauan untuk menjaga jarak kayaknya susah diterapkan. Karena itu harus ada petugas yang mengatur mereka di situ,” terang dia.

Ia menegaskan, pokdarwis dan para pelaku usaha pariwisata di dalamnya tidak menapikan keinginannya melihat pengunjung yang ramai. Namun mereka menginginkan juga keamanan di sana. “Tugas gugus tugaslah yang mempersiapkan bagaimana pencegahan covid-19 ini,” pintanya.

Ia menegaskan, pemerintah membuka keran pariwisata karena memang ekonomi masyarakat sedang sakit. Itulah mengapa masyarakat juga tidak setakut sebelumnya. Di  tengah hal itu, ia meminta kepada para pelaku usaha pariwisata, mengimbau kepada kawan-kawan pokdarwis agar membantu gugus tugas dalam mencegah penyebaran covid-19.

Terpisah, Kadikes Lotim dr HM Hasbi Santoso menerangkan, dibukanya objek wisata sudah pasti memikat animo masyarakat. Hal itu diantisipasi dengan meminta kesiapan gugus tugas kecamatan terutama puskesmas setempat.

Selain itu, Hasbi tak ingin menjelaskan lebih jauh mengenai kesiapan pihaknya menyikapi membeludaknya warga yang berwisata. “Yang jelas Sembalun sudah menyiapkan hal itu,” katanya singkat. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks