alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Jelang Idul Adha, Kambing di Lotim Relatif Aman dari PMK

SELONG-Berbeda dengan sapi, jumlah populasi kambing yang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Timur masih sangat sedikit. Hal itu disampaikan Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim drh Hultatang pada Lombok Post, Kamis (23/6).

Sebenarnya, potensi tertularnya kambing sama dengan sapi. Namun kambing yang terkena virus PMK terkadang tidak menunjukkan gejala.

Kata Hultatang, hal ini yang mesti diperhatikan. Karena kambing bisa menjadi perantara penyebaran virus PMK.

Hultatang menegaskan, sejauh ini, selain menutup pasar hewan, sesuai edaran dari Disnakeswan NTB, pihaknya tidak memperbolehkan adanya lapak-lapak pedagang hewan kurban. Karena hal itu dikhawatirkan dapat menjadi sumber penularan.

Baca Juga :  Belasan Ribu Sapi di Lobar Sudah Divaksin

“Jika merujuk pada aturan saat ini, semestinya tidak boleh ada lapak-lapak pedagang hewan kurban yang buka,” jelasnya.

Seorang pedagang kambing Amaq Nurman kepada Lombok Post menjelaskan, hewan kurban yang dijual merupakan kambing sehat yang terbebas dari PMK. Ia mengatakan, pasar hewan kambing justru sudah mulai dibuka di beberapa pasar umum yang ada di Lotim.

“Kalau kambing tidak seperti sapi. Di pasar-pasar sudah banyak yang jualan,” terangnya.

Ia berharap, hasil penjualan kambing jelang lebaran Idul Adha tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Di mana akibat dampak dari pandemi Covid-19, daya beli masyarakat untuk membeli kambing menurun drastis.

Hal itu membuatnya merugi sampai belasan juta rupiah. “Mudah-mudahan tahun ini ada peningkatan,” harapnya. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/