alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Mereka selalu ada di sana. Dengan gerobak dagang yang diboncengkan di atas sepeda motor. Payung seadanya. Keteguhan hati sepenuhnya. Mereka percaya, rezeki harus dicari meski sampai ke puncak tertinggi.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

Gerimis mulai turun. Beberapa pedagang cilok segera berteduh. Beberapa lainnya bertahan. Menunggu air dari langit itu benar-benar membesar. Satu dari dua pedagang cilok yang siang itu bertahan dari gerimis bernama Asri. Di tengah dingin dan kabut yang putih tapi suram, ia menyirami bulatan daging yang dicampur tepung itu.

Setiap hari, sejak pukul 8 pagi, Asri Pratama berangkat ke Pusuk Sembalun. Ia berasal dan bermukim di Desa Pringabaya, Kecamatan Pringgabaya. Dengan Yamaha Jupiter MX, sebuah gerobak dagang yang membawa serta tabung gas 3 kg itu menanjak ke puncak tertinggi. “Tidak ada libur. Setiap hari saya dan teman-teman pedagang pentol (cilok) lainnya berjualan,” kata Asri kepada  koran ini.

Mangkalnya tepat di rest area Pusuk Sembalun. Mereka memilih tempat itu, sebab di sanalah para pengunjung berhenti. Menikmati ketinggian, berfoto ria, dan atau yang istirahat dari tanjakan yang panjang.

Suhu dingin dari 7 sampai 20 derajat celsius tentu membuat pentol yang hangat jadi enak. Kata Asri, terkadang karena dinginnya, ia sendiri tak pernah merasa kalau kompornya benar-benar menyala. Katanya, cilok jualannya menjadi buruan para pengunjung. Tapi itu sebelum gempa bumi sejak akhir Juli 2018 lalu terjadi.  “Sejak gempa, tempat ini sepi,” kata Asri.

Biasanya, Asri mendapatkan laba bersih sebesar Rp 300 ribu. Tapi sekarang, jangankan laba penuh, terkadang modal pun tak balik. Rp 50 saja sudah lumayan. Terkadang Asri juga harus pulang dengan kantong keuntungan yang kosong.

Untuk mencapai Pusuk, Asri mengisi bahan bakar Lertamax sebanyak dua liter. Di saat kembali pada pukul 5 sore, ia akan mengisi lagi sebelum sampai di rumah. Begitu setiap hari. Tak ada libur. “Kecuali jika di rumah ada kematian, atau acara keluarga. Malu ditinggalkan,” terangnya.

Asri mengaku pernah bekerja 17 tahun jadi buruh sawit di Negeri Jiran Malaysia. Karena itu, pekerjaan menjual cilok menurutnya sangat ringan dibanding dengan menjadi TKI di negeri orang. Itulah sebabnya, ia tak pernah libur, meski tahu, kalau setiap saat gempa dan longsor bisa terjadi di sana.

Para pedagang cilok seperti Asri tak sendiri. Setidaknya ada sekitar 20 lebih pedagang lainnya yang berjualan ke Sembalun. Nampaknya sasaran pedagang cilok yang hangat adalah tempat-tempat dingin. Di mana Rp 5 ribu cilok tak pernah cukup untuk tubuh yang diserang suhu di bawah 20 derajat celsius.

Kendati bencana melanda, ditambah menurunnnya tingkat pengunjung, Asri memilih tetap berjualan. Menurutnya, rezeki harus dicari. Urusan ada dan tidaknya masalah lain. “Yang penting kita keluar mencarinya,” terangnya.

Di sebelahnya, pedagang cilok lainnya Nasir sedang menyiapkan payung. Kata Nasir, sudah ada dua sampai tiga payung yang rusak karena diterpa angin. Selain dingin, angin juga menjadi tantangan bagi mereka.

“Banyak yang bilang kenapa kami tidak pernah terlihat kedinginan. Mereka tidak tahu, kalau kami memakai baju sampai lima lapis. Kami kan sudah lama di sini, jadi tahu teknisnya,” katanya memperlihatkan lapisan-lapisan baju di tubuhnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks