alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Satu Tahun Covid di Lotim, 1.229 Orang Positif dan 39 Meninggal Dunia

SELONG-Rabu (24/3) tepat satu tahun covdi melanda Lombok Timur dan NTB. Berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 Lotim selama setahun 1.229 warga Lotim positif terpapar covid-19. Dari jumlah itu, 39 orang diantaranya meninggal dunia.

Sekretaris gugus tugas penanganan covid-19 Lotim HM Juaini Taofik menjelaskan, bagi pemerintah, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan tenaga dan pikiran yang sangat besar. Tidak hanya menyedot APBD 2020 mencapai Rp 142 miliar.

“Tapi juga memeras pikiran dalam menemukan formula tindakan untuk dituangkan menjadi berbagai kebijakan,” ujarnya.

Seperti penutupan tempat ibadah, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya. Kebijakan tersebut tak lepas dari protes warga yang merasa dirugikan.

Akibatnya semua sektor terdampak. Terutama pembangunan yang tertuang dalam RPJMD. Ekonomi menurun, kendati menurut BPS Lotim, angka pertumbuhan ekonomi Lotim minus 3,10 persen.

“Penurunan tersebut paling rendah dari minus pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota lainnya di NTB,” tegas Sekda Lotim itu.

Dari segudang dampak itulah, Taofik berharap pandemi covid-19 segera berakhir sebelum mencapai dua tahun. “Karena dalam satu tahun saja dampaknya seperti ini, bagaimana jika dua tahun atau lebih,” terangnya.

Salah satu upaya untuk memastikan berakhirnya covid-19 adalah dengan terus disiplin menerapkan prokes dan juga mendukung program vaksinasi. Kendala utama menghadapi virus korona adalah karena hal tersebut tidak nampak.

Selain itu, penyebarannya juga sangat cepat. Sehingga akan terus menjadi ancaman serius bagi daerah.

Dalam satu tahun menangani Covid-19, Lotim pernah menyisakan dua pasien positif. Kata Taofik, namun dalam sekejap, dua kasus yang tadinya diharapkan bisa menjadi nol, malah berbalik menjadi puluhan kasus. “Inilah yang terus menjadi tantangan kita,” ujarnya.

Tanggal 24 Maret 2020 merupakan hari terkonfirmasi positifnya seorang warga Lotim dari Aikmel. Sejak saat itu, jumlah warga yang terkonfirmasi di Lotim dan NTB terus meningkat.

Data gugus tugas Lotim sampai hari ini mencatat, terdapat 1.229 warga Lotim yang terpapar virus korona. Dari jumlah itu, 1.171 orang berhasil sembuh dan 39 meninggal dunia karenanya. Sedangkan yang sampai saat ini masih di ruang isolasi berjumlah 19 orang.

Kadikes Lotim Pathurrahman menuturkan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan percepatan vaksinasi. Harapan Pemkab Lotim dan masyarakat mengenai tidak adanya ultah kedua bagi Covid-19 menurut Pathurrahman bisa terwujud dengan dua hal. Pertama tetap disiplin menerapkan prokes, kedua mendukung penuh program vaksinasi.

“Dengan vaksinasi ini, kita berharap herd immunity atau kekebalan kelompok segera terbentuk,” ujar Pathurrahman. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks