alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Tekan Jumlah Anak Stunting Kades dan Camat di Lotim Dijanjikan Hadiah Umroh

SELONG-Percepatan pencegahan stunting (anak dengan perkembangan tubuh lambat) kembali digenjot. Sebelumnya upaya tersebut terhambat oleh penanganan pandemi covid-19.

“Sekarang kondisinya sudah landai. Sehingga kita akan pecut dan kebut lagi,” kata Bupati Lotim HM Sukiman Azmy usai mengikuti rembug stunting di kantor bupati, Kamis (25/6).

Refocusing anggaran dan giat program penanganan pandemi covid-19 memang menyedot energi. Sukiman juga menerangkan jika progres penurunan angka stunting masih lamban. Jumlah anak stunting di Lotim yang mencapai 43,5 persen tentu menjadi pekerjaan rumah yang mesti segera dituntaskan.

“Melalui rembug stunting ini, kita berkomitmen untuk segera menurunkannya,” ujar Sukiman.

Salah satu yang akan dilakukan adalah mengambil kebijakan untuk melibatkan semua OPD di Lotim untuk menanganai satu kecamatan. Selain itu, ia juga akan tetap memberikan reward bagi desa dan kecamatan yang berprestasi menurunkan angka stunting.

Tahun 2019, pemkab memberikan hadiah umrah bagi camat dan kades yang paling bagus menangani stunting. Kata Sukiman, tahun ini hal tersebut terhambat oleh anggaran yang tersedot ke penanganan covid-19. “In syaa Allah, tahun 2021 akan kita anggarkan kembali,” jelasnya.

Direktur Konsepsi NTB Dr Moh Taqiuddin menerangkan, meski di tengah pandemi, pihaknya tetap menggenjot adanya regulasi percepatan pencegahan stunting. Selain penandantangan kesepakatan bersama, rembug stunting yang digelar di tahun ke tiga ini menghasilkan penambahan desa program.

Kata Taqiuddin, ada tambahan 30 desa sehingga menghasilkan total 62 desa. “Desa ini merupakan desa yang persetase angka stuntingnya di atas rata-rata kabupaten,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan pandemi covid-19 yang salah satunya menerapkan hidup sehat di masyarakat juga sebenarnya selaras dengan pencegahan stunting. “Tinggal dispesifikasikan saja,” terang Taqiuddin. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks