alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Wakapolda NTB Kunjungi Desa Sehat Kembang Kuning, Warga Sehat, BUMDes Tangguh

SELONG–Selama pandemi Covid-19 memuncak di Lotim, dengan tegas dan disiplin Pemdes Kembang Kuning menutup seluruh aktivitas pariwisata. Meski pariwisata adalah andalan utama di desa yang dinakhodai Lalu Sujian tersebut.

Namun, ditutupnya pariwisata bukan berarti membuat desa wisata terbaik nasional 2019 itu kolaps. Dengan kekuatan Bumdes, Kembang Kuning membuat ekonomi masyarakat berjalan normal.

“Memang yang kami utamakan adalah pemberdayaan masyarakat,” kata Lalu Sujian pada Lombok Post, Kamis (25/6).

Melalui Bumdes, pemberdayaan yang dimaksud berjalan sangat baik. Mulai dari memberdayakan pengusaha pariwisata dengan mengembangkan industri rumahan seperti kopi.

Para pemilik homestay rata-rata membuat kopi. Kata Sujian, kopinya tersebut dibeli Bumdes dan dijual ke luar. Hasilnya, 6.000 bungkus dibeli Pemkab Lobar. “Untuk pengadaan JPS mantapnya,” terangnya.

Selain itu, Bumdes Kembang Kuning juga membeli beras warga yang semakin banyak karena beberapa pelaku usaha pariwisata kembali bertani selama pandemi Covid-19. Kata Sujian, 80 ton beras Bumdesnya dibeli oleh PD Agro untuk pengadaan JPS Pemkab Lotim. Tidak hanya itu, para pengepul beras di desa juga diberdayakan dengan membeli beras mereka. “Nanti yang beli juga masyarakat. Sehingga perputaran uang itu ada di desa,” jelasnya.

Jika berkunjung ke Kembang Kuning, kita akan menemukan tempat mencuci tangan di setiap gang dan halaman depan rumah warga yang berada di pinggir jalan. Tempat cuci tangan itu dari gerabah yang dibeli Bumdes dari Desa Penakak. Konsepnya tetap memberdayakan warga.

Selain itu, Bumdes juga mempekerjakan 51 guide yang tak memiliki pekerjaan karena sepinya wisatawan. Mereka bekerja membungkus beras, kopi, dan produk jualan Bumdes lainnya.

“Sekarang pariwisata dibuka, Kembang Kuning sudah mulai dikunjungi wisatawan asing,” jelasnya.

Wakapolda NTB Brigjen Pol Azby Mahyuza yang berkunjung Kamis (24/6)  ke Desa Kembang Kuning mengungkapkan betapa Kembang Kuning memiliki keunikan tersendiri. “Mental masyarakat di sini luar biasa,” kata Azby.

Ia menerangkan, kepercayaan masyarakat pada pemerintah desa sangat tinggi. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah bersinergi dengan masyarakat. Konsep seperti itu menurutnya mesti ditumbuhkembangkan.

Menurutnya, kampung sehat bukan sekedar lomba, tapi bagaimana pihaknya ingin memacu keinginan masyarakat untuk bisa menjaga ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi kerakyatan. “Yang tidak lagi harus memiliki ketergantungan dengan pemerintah,” terang dia.

Sementara itu, Sekda Lotim HM Juaini Taofik mengatakan, Kembang Kuning menerapkan prinsip penanganan Covid-19 dengan baik. Yakni disiplin menutup pariwisata yang menjadi modal utama ekonomi masyarakatnya. Dan saat dibuka, hal itu sama sekali tidak menjadi hambatan bagi tamu-tamu mancanegara untuk kembali berkunjung.

“Terbukti, begitu buka, langsung ada tamunya,” jelas Taofik.

Selain itu, Taofik juga mengapresiasi ketahanan pangan desa yang bertumpu pada kekuatan Bumdesnya. (tih/r6)

 

 

Praktik Cerdas dari Kembang Kuning

 

  • Mempekerjakan 51 tour guide yang menganggur selama Covid-19.
  • Menjamin ketersediaan pangan bagi warga.
  • Menjual produk industri rumahan pengusaha pariwisata yang tiara selama pandemi Covid-19.
  • Masyarakat menjual dan membeli barang di Bumdes sehingga perputaran uang selama Covid-19 terpusat di desa.
  • Menyetok beras dari pengepul yang ada di desa untuk dijual kembali ke masyarakat di desa.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks