Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Bantalan Sosial untuk UKM, Pemkab Lotim Anggarkan Rp 2 Miliar

SELONG-Pemkab Lotim akan menyalurkan bantalan sosial kenaikan harga BBM untuk usaha kecil menengah (UKM). Melalui Dinas Koperasi dan UKM Lotim, bantalan sosial diberikan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBe).

“Anggarannya melalui APBD Perubahan 2022. Masing-masing KUBe akan mendapat Rp 5 juta sebagai tambahan modal usaha,” kata Kabid UKM pada Dinas Koperasi dan UKM Lotim Moh Hirsan pada Lombok Post, Jumat (25/11).

Proses penyaluran bantalan sosial kepada KUBe tersebut dilakukan melalui permintaan pengajuan proposal. Kata Hirsan, ada sebanyak 583 proposal yang masuk dan telah selesai diverifikasi. Namun dari jumlah tersebut, yang dipastikan dapat tahun ini sebanyak 400 KUBe.

Tidak diterimanya semua usulan tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor. Selain karena penyerahan proposal yang terlambat, tim verifikasi juga menemukan adanya administrasi yang belum lengkap pada sebagian proposal. “Hal itu menyebabkan kelompok ini tidak berhasil lolos sebagai penerima bantalan sosial tahun ini,” jelas Hirsan.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Usulkan 80.236 Keluarga Miskin Dapat Bantuan Tunai Kemensos

Saat ini, pihaknya tengah melakukan proses administrasi lanjutan berupa penandatanganan berkas penerima bantuan oleh masing-masing ketua KUBe. Selanjutnya berkas tersebut akan diserahkan ke BPKAD untuk diproses.

Hirsan menerangkan, total anggaran yang disalurkan sebesar Rp 2 miliar. Bantuan langsung tunai itu dipastikan bisa cair tahun ini. “Akhir November ini kita harapkan sudah selesai,” terangnya.

Adapun 183 KUBe yang proposalnya belum lolos verifikasi tahun ini akan diupayakan mendapatkan bantuan serupa pada tahun mendatang. Kata Hirsan, kendati belum pasti, namun hal itu akan diupayakan sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Lotim mengenai fokus Pemkab Lotim dalam membantu pengembangan UKM di gumi patuh karya pada tahun terakhi kepemimpinannya.

Baca Juga :  Di Pemilu 2024, Anggota PPS dan PPK Tak Tercover Jamsostek

Dijelaskan, proses verifikasi sendiri dilakukan dengan teliti dan memakan waktu satu bulan lebih. Memang ada beberapa Kube yang tidak mendapatkan verifikasi lapangan. Hal itu disebabkan karena Kube tersebut merupakan binaan Dinas Koperasi dan UKM Lotim. “Kalau itu data lengkapnya sudah ada di kami,” terangnya. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks