alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Membahas Stigma Buruknya Pelayanan RSUD dr Soedjono Selong Bersama dr Hasbi (2-Habis)

Rumah sakit merupakan penyedia jasa layanan kesehatan. Esensinya adalah melayani. Dokter Hasbi menegaskan, melayani kesehatan tidak semudah mengurus kartu kependudukan atau jenis layanan lainnya. Karena tidak mudah, memberikan pelayanan terbaik pun harus super maksimal.  Sebab ini menyangkut nyawa.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

============================

Direktur RSUD dr R Soedjono Selong dr Hasbi Santoso memberikan pemahaman baru. Ini mengenai pandangan kebanyakan orang melihat penyebab bedanya pelayanan rumah sakit plat merah dengan swasta. Ternyata bukan honor melainkan manajemen.

Tesisnya mengatakan, pimpinan rumah sakit plat merah kesulitan memberikan reward and punishment kepada pegawai negeri. Alasannya, urusannya bukan hanya di lingkup rumah sakit. Melainkan negara. Sementara, pelayanan yang katanya tidak maksimal tersebut konon lebih sering ditemukan di perawat yang adalah mengenakan seragam Korpri alias PNS.

Kata dr Hasbi, ketika pegawai di rumah sakit swasta melakukan kesalahan, satu jam kemudian bisa dipecat. Artinya, tidak mudah memimpin rumah sakit plat merah. Sebab pengelolaannya membutuhkan kerja yang lebih dari sekedar kata ‘keras’.

Pembahasan mengenai pelayanan kesehatan semakin lama kian menarik. Apalagi dr Hasbi memiliki segudang pengalaman di rumah sakit. Di RSUD dr Soedjono Selong, ia sudah tiga kali bolak-balik menakhodai rumah sakit itu. Apakah ini juga masalah?

Tentu. Jika melihat RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra memimpin rumah sakit itu sejak pertama kali berdiri. Kata dr Hasbi, hal itu sangat mempengaruhi proses dalam menjaga konsep dan kualitas manajemen. Artinya, akan percuma jika setiap gerakan yang sudah mulai membaik, terpatahkan dengan adanya pimpinan baru.

Hasbi sudah beberapa kali hengkang dan keluar dari RSUD dr Soedjono Selong. Namun tentu hal itu tak bisa dijadikan alasan. Tapi tetap saja, faktanya rumah sakit membutuhkan pemimpin atau direktur yang benar-benar bisa membawanya menjadi yang terbaik di daerah. “Kini kita sudah BLUD. Dengan ini, direktur memiliki otoritas dalam mengatur rumah sakit,” terangnya.

Ia pun menegaskan tidak akan ragu dalam memberikan punishment bagi karyawan yang memberikan pelayanan buruk pada pasien. (*/r7)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks