alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Hasil Seleksi PPPK Diumumkan Awal Maret

SELONG-Debar hati tenaga honorer eks K2 begitu terasa. Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang merupakan alternatif kedua bagi mereka sudah terbuka. Sebanyak 634 tenaga eks honorer K2 pun sudah melaksanakan tes pada 23-24 Februari lalu.  “Kini tinggal menunggu hasil,” kata Kepala BKPSDM Lotim M Khairi.

Khairi menerangkan hasil tes seleksi sudah keluar. Namun kelulusan akan dikembalikan ke BKN. Sebab nantinya akan ada tes wawancara yang juga menentukan nilai para peserta. Sementara menunggu hasil, Khairi menegaskan jika pemkab sudah memastikan penggajian PPPK dari sisa CPNS dan APBD Perubahan. “Insya Allah kita akan bisa lakukan penggajian dari APBD,” terangnya.

Lebih jelas, Kabid Data dan Formasi BKPSDM Lotim Y Ugi Lusianto menerangkan, jika pihaknya telah mengusulkan sebanyak 73 kuotabsesuai kebutuhan dan kemampuan. “60 dari tenaga guru, 4 tenaga kesehatan, dan sembilan penyuluh pertanian,” kata Ugi.

Adapun total pendaftar PPPK tahap pertama yang masuk dalam database sebanyak 508. Terdiri dari tenaga guru 417 orang, kesehatan tujuh orang, dan penyuluh sebanyak 84 orang. Dari total tersebut, kata Ugi, yang memenuhi syarat mengikuti seleksi kompetensi CAT UNBK sebanyak 496 orang. Terdiri dari tenaga guru 405 orang, kesehatan tujuh orang dan penyuluh 84 orang. “Tahap pertama ini memang kita khususkan untuk tenaga honorer eks K2,” terangnya.

Sementara hasil rekap seleksi, dari 496 peserta yang memenuhi passing grade sebanyak 349 orang. Artinya, ada 149 yang gugur seketika. Namun meskipun memenuhi passing grade, ketentuan yang nanti lolos pun tidak banyak. Hanya 73 orang. “Berdasarkan surat Menpan RB yang diterima 4 Februari lalu, pengumuman hasil akan keluar tanggal 1 Maret mendatang,” jelasnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks