alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kursi Sekda Mulai Panas, Bupati Lotim Beri Sinyal Pergantian

SELONG-Gerbong mutasi Pemkab Lotim terus bergerak. Tak hanya untuk kepala dinas, jabatan paling tinggi di pemerintahan pun kabarnya sedang dalam evaluasi. Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menerangkan jika jabatan tersebut juga akan diganti. “Kita sedang mempertimbangkannya (mengganti sekda),” kata Sukiman usai melantik 158 pejabat lingkup Pemkab Lotim, Senin (25/2).

Kata Sukiman, jabatan yang kini diduduki H Rohman Farly tersebut dalam satu bulan mendatang sudah mencapai lima tahun. Sehingga sesuai aturan yang berlaku, sudah semestinya ada penggantian.

Ditanya mengenai kandidat yang pantas, Sukiman mengatakan0 ada banyak sekali nama. Hal itu menunjukkan betapa orang-orang potensial berasal dari Lotim. Bahkan, bisa dihitung sendiri berapa banyak jabatan kadis yang diisi oleh pejabat dari Lotim di provinsi.

“Dari itu semua kita akan pilih yang terbaik. Jika di Lotim tidak ada sosok yang memenuhi kualitas, maka kita akan minta ke provinsi,” ujarnya.

Berbicara mengenai nama-nama tersebut, pengamat politik Lotim Robyan Bafadal menerangkan, calon pemegang jabatan sekda bisa ditelusuri dengan melihat beberapa aspek. Sebab sekda membutuhkan seleksi yang berbeda dengan jabatan kepala dinas, maka hal itu membutuhkan pangkat dan jabatan.

“Setelah memenuhi kualifikasi dari pangkat dan jabatan, baru kita lihat dari loyalitas dan kedekatan,” kata Robyan.

Menurutnya, ada banyak nama yang bisa dilihat dari loyalitas di Lotim. Namun nama-nama tersebut tidak bisa serta merta dipastikan terpilih begitu saja. Sebab seorang sekda merupakan pimpinan di jabatan struktural para pejabat. Sebab kepala daerah merupakan jabatan politik. Maka sosok sekda mesti dekat dengan kepala daerah. Tidak hanya secara profesional. “Tapi juga pribadi,” terangnya.

Kata Robyan, ada guyonan jika membicarakan gerbong mutasi. Mereka yang ingin karirnya naik mesti memiliki empat tangan. Yakni, cium tangan, buah tangan, garis tangan, dan tanda tangan. Cium tangan diartikan sebagai loyalitas. Buah tangan prestasi. Garis tangan takdir atau keberuntungan, dan terakhir tanda tangan. “Itu guyonannya. Dalam artian, dedikasi, prestasi, dan loyalitas itu harus dimiliki jika karir ingin naik,” terangnya. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks