alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Zona Merah Covid-19, Tenaga Medis di Lotim Bekerja dengan Perlengkapan Seadanya

SELONGRapid test yang dijanjikan pusat belum sampai Lotim. Padahal dengan antusias Dikes Lotim sudah mengirim petugas untuk menjemput barang tersebut ke bandara. “Tapi nyatanya petugas kita pulang tanpa membawa apa-apa,” kata Kadikes Lotim dr HM Hasbi Santoso saat dihubungi Lombok Post, Kamis (26/3).

Sejauh ini, tim penanggulangan covid 19 Lotim tengah mengawasi 165 orang di ponpes milik pasien positif korona. Kata Hasbi, rapid test dibutuhkan untuk segera mengetahui kondisi mereka. Baik mereka yang dalam area dan telah kontak langsung dengan pasien positif korona. “Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan pemprov,” jelasnya.

Menurut Hasbi, ada ataupun tidaknya alat tersebut, tim tetap melakukan prosedur pengawasan sesuai dengan protap Orang Dalam Pengawasan (ODP). Jumlah ODP yang semakin banyak dikatakan akan semakin membantu pihaknya dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di Lotim. “Kita berharap begitu. Semakin banyak yang terpantau semakin memudahkan kita untuk bergerak,” terang dia.

Selain rapid test, yang dibutuhkan tim medis saat ini adalah Alat Pelindung Diri (APD). Kata Hasbi, anggaran untuk membeli APD sudah disiapkan. Akan tetapi persoalannya, APD yang akan dibeli tidak ada. Sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat, petugas medis di beberapa puskesmas diminta menggunakan APD seadanya.

Hal itu berupa jas hujan untuk pakaiannya, sarung tangan, kaca mata, sepatu karet, dan masker. “Alat itu masih bisa digunakan. Kita bekerja dengan apa yang ada dulu,” jelasnya.

Mengenai kesiapan pemkab, sebelumnya Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menegaskan anggaran pembelian peralatan Rp 20 miliar. Selain itu, ia juga telah mempersiapkan ruang isolasi di dua rumah sakit. RSUD Selong dan RSUD Labuhan Haji.  “Sekarang sudah ada 40 tempat tidur di ruang isolasi RSUD dr R Soedjono Selong,” terangnya. (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks