alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Kritisi Penanganan Sampah yang Hanya Selesai di Ranah Diskusi

Khairul Fahmi melukis tumpukan sampah nonorganik dalam sebuah cangkir. Hal itu merupakan sebuah gambar yang ingin banyak berbicara. Terutama mengenai betapa seringnya penanganan sampah didiskusikan, tapi sayangnya tak pernah ada aksi nyata.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

============================

Bersama tujuh seniman lainnya, Fahmi mempersiapkan hasil karyanya. Tiga buah lukisan dalam kanvas terpajang di stan pameran. Lukisan itu menjadi salah satu tempat beberapa tamu undangan mengambil gambar.

Di samping kanan, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seorang pemulung di tengah tumpukan sampah. Kedua tentang bak sampah dari kayu yang kosong. Yang ketiga nampaknya merupakan andalan. Sampah nonorganik menumpuk dalam secangkir kopi. “Yang di tengah ini berjudul secangkir sampah di pagi hari,” kata Fahmi.

Sebelum menciptakan karya, Fahmi melakukan riset kecil-kecilan. Hal itu dilakukan dengan berdiskusi, observasi, dan wawancara secara tak langsung. Dalam setiap obrolan, ia mengatakan,ada banyak sekali gagasan dalam menangani sampah. Setiap kata sampah diangkat, ada ratusan bahkan sampai ribuan solusi yang tercipta. “Tapi melakukannya tak semudah menyebutkan ide tersebut,” sindirnya.

Itulah yang ingin ia kritisi dalam karya berjudul secangkir sampah di pagi hari. Sampah tak ubahnya seperti secangkir kopi yang menemani laki-laki ngobrol ngalor ngidul di pagi atau malam hari. Setelah itu, tidak ada aksi. Hanya obrolan saja. Layaknya kopi, hanya diseruput. Lalu masuk ke dalam perut. Jadi kotoran.

Di Lotim sendiri, ia menganggap penangan sampah masih sangat minim. Lelaki yang berasal dari Desa Sepit itu mengaku jika wilayah selatan masih parah. Kata Fahmi, belum lama ini ia membaca koran Lombok Post, dan membaca jika Keruak dan Aikmel merupakan dua Kecamatan yang masih parah.

“Saya dari selatan. Dan mengamini hal itu. Sampah ini bukan salah siapa-siapa. Tapi salah kita. Semua kita menciptakan sampah setiap hari,” katanya.

Kata Fahmi, tak ada yang mesti disalahkan. Membicarakan sampah, kita harus kembali ke diri sendiri. Sebab percuma berkoar-koar mengatakan pemerintah tidak becus menangani sampah. Sementara ia tak sadar, jika setiap hari menyumbang sampah untuk dibersihkan pemerintah.

“Jadi tak ada yang salah. Yang benar adalah mari memperbaiki perilaku masing-masing. Mulai dari diri sendiri,” anjurnya.

Itulah hal yang ingin disampaikan Fahmi dalam lukisan berjudul secangkir sampah di pagi harinya. “Ya, dengan lukisan ini, saya dinobatkan juga menjadi pelukis sampah,” candanya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks