alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Tangani Wabah Korona, Pemkab Lotim Siapkan Rp 30,7 Miliar

SELONG-Pemkab Lotim terus berjuang melawan virus korona. Salah satu langkah perlawanan itu dilakukan dengan menyiapkan anggaran khusus. “Tidak ada dana tambahan dari pemerintah pusat. Dana ini khusus dari proses refokusing dan realokasi,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik pada konferensi pers di kantor bupati Lotim, Jumat  (27/3).

Total anggaran yang telah dikunci sebesar Rp 30,7 miliar. Anggaran tersebut berasal dari refokusing Dinas Kesehatan Lotim Rp 5 miliar dan realokasi ABPD 2020 Rp 25,7 miliar. Realokasi tersebut akan diperkuat dengan peraturan daerah. “Pengalokasian ini akan diperkuat pada APBD perubahan nanti,” jelasnya.

Dari Rp 30,7 miliar, anggaran yang cukup besar digelontorkan untuk rumah sakit. Rp 10 miliar untuk RSUD Selong, dan Rp 9 miliar untuk RSUD Labuhan Haji. Kata Taofik, Rp 9 miliar untuk RSUD Labuhan Haji difokuskan untuk persiapan rumah sakit tersebut sebagai tempat isolasi.

Salah satu yang harus dimiliki adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ventilator, dan peralatan penunjang lainnya. “Saya baru benar-benar tahu, biaya peralatan medis ini sangat besar. Untuk ventilator saja Rp 800 juta per satu unit,” jelasnya.

Selain itu, Rp 3 miliar dialokasikan untuk pembelian APD dan peralatan lainnya untuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lotim. Rp 1,5 miliar diberikan pada BPBD Lotim untuk kebutuhan logistik dan kebutuhan semasa karantina dan isolasi lainnya.

Taofik berharap, kondisi Lotim sampai 30 Maret mendatang terus membaik. Dia juga berharap ASN dan masyarakat mengindahkan semua imbauan yang diberikan pemerintah. “Kami akan pertegas lagi surat edaran untuk desa. Terutama dalam penanganan TKI yang baru pulang ke Lotim,” kata Taofik.

Mengenai tranparansi anggaran, ia menegaskan telah melaporkan anggaran tersebut ke kejaksaan dan kepolisian. “Kami minta langsung kepada kejaksaan dan kepolisian, juga rekan-rekan media untuk mengawasi penggunaan anggaran ini,” terangnya.  (tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks