alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

DPKD Tingkatkan Minat Anak ke Perpustakaan

SELONG-Dinas Perpustakan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Lotim tak pernah kehabisan cara meningkatkan kecintaan masyarakat pada perpustakaan. Berbagai kegiatan terus dilakukan guna membuat jendela dunia semakin banyak dikunjungi masyarakat, khususnya generasi muda. Hal itu seperti kegiatan ‘bergembira’ yang diadakan di aula serbaguna DPKD Lotim, kemarin (28/3).

“Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk memasyarakatkan perpustakaan di kalangan anak-anak usia dini tingkat TK, PAUD, dan RA,” kata Kasi Pelayanan dan Otomasi Bidang Perpustakaan, DPKD Lotim Lalu Nasrun.

Dijelaskan, kegiatan bergembira telah diprogramkan selama 10 kali selama tahun 2019. Adapun untuk anak tingkat SD, SMP, dan SMA, pihaknya melakukan kunjungan langsung ke sekolah. Untuk kunjungan langsung, kata Nasrun dilakukan sebanyak 7 kali. “Waktunya sendiri kita pilih berdasarkan hari-hari besar perpustakaan. Seperti hari story telling, dan hari puisi sedunia, seperti yang jatuh pada hari ini,” terangnya.

Kegiatan bergembira dilakukan dengan mengundang TK/RA, dan PAUD di Lotim. Kegiatan pada hari itu dikatakan dihadiri oleh 140 anak-anak didampingi orang tua dan guru. Sehingga total pengunjung yang hadir dari program bergembira ada sekitar 250 orang. Kata Nasrun, untuk tahun-tahun ke depan, hal itu akan terus ditingkatkan.

Tercatat ada 6 sekolah yang hadir pada kegiatan bergembira tersebut. Mulai dari Paud Bina Karya Aikmel, RA Tarbiatul Muslimin Masbagik, TK Islam Al Asyiah, RA Al Istiqomah, dan TK PKK Mayang Nira Reban Tebu. Satu lagi dari TK Islam Rumbuk.

Mengingat keterbatasan ruang, Nasrun menerangkan pihaknya masih membatasi jumlah pengunjung. Menurutnya, masing-masing sekolah hanya diminta 20 anak. Katanya hal tersebut terkadang menjadi kendala teknis. Di mana pengajar terkadang merasa tak enak jika tidak membawa keseluruhan siswanya.

Untuk keterbatasan tersebut, pihaknya berharap ada pengembangan sarana bagi anak. Sebab bagaimanapun, menumbuhkankembangkan harus sangat efektif jika dimulai pada anak usia dini. “Sementara ruang anak kita juga hanya memiliki kapasitas 30 anak,” terangnya.

Salah seorang pengajar dari TK Islam Rumbuk Fatimah menerangkan jika kunjungan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan. Menurutnya, program bergembira sangat bagus untuk memberi hal baru pada anak. “Ini yang pertama dan kita senang sekali melihat anak-anak mengenal perpustakaan,” kata Fatimah. (tih/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks