alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah Para Pemulung di TPA Ijobalit (1)

UPT Ijobalit merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir (TPA) di Lombok Timur. Setiap hari, puluhan ton sampah dikirim ke sana. Setiap saat, puluhan pemulung mencari rezeki di sana.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

Sampah yang menggunung dengan bau menyengat menyambut kedatangan siapa saja ke UPT TPA Ijobalit. Bila memandang lurus, panorama laut yang biru akan menyapa. Namun saat menoleh ke kiri dan kanan, semua akan sirna. Bebukitan sampahlah yang terlihat. Dan di atasnya, para pemulung terus bekerja.

Saat matahari tepat di atas kepala, penulis koran ini tiba di sana. Beberapa mobil kuning masih berdatangan membawa angkutan kedua dan ketiganya. “Itu di hari yang sama,” kata Riphan, staf UPT TPA Ijobalit yang menemani penulis koran ini menelusuri bebukitan sampah di sana.

Selama mobil pengangkut sampah datang, selama itu pula para pemulung terlihat. Dengan bekal karung kosong dan tongkat pengait dari besi bekas, mereka terlihat sibuk bekerja. Di sekeliling mereka, anjing-anjing liar terlihat berkeliaran mencari makanan. Siapa tahu, masih ada sisa daging semalam yang kita buang ke tong sampah.

Amaq Supar, warga Ijobalit merupakan satu dari puluhan pemulung yang setiap hari bergerilya di sana. Tanah seluas 8,5 hektare itu memang luas untuk menampung lebih dari sepuluh pemulung. Meski sejak 2018 lalu, area seluas itu sudah overload menampung sampah yang keterlaluan banyaknya. Di sanalah, sampah 1,3 juta penduduk Lotim dibuang. “Kalau tidak ke sungai,” celetuk Riphan.

Terlalu banyak kisah yang para pemulung miliki untuk diceritakan di sini. Supar dan pemulung lainnya tak keberatan menceritakan apa saja yang mereka alami selama mengais rezeki. Rezeki dari apa yang kita buang setiap hari.

Ada beberapa jenis sampah yang mereka buru di tempat itu. Pertama jenis tembaga, atau bisa dibilang yang paling berharga. Kedua botol bekas minuman, kardus, kertas kresek, dan plastik yang bisa didaur ulang. “Kadang ada juga yang mendapatkan jam tangan bekas,” kata Supar.

Ditanya mengenai temuan-temuan berharga, Supar mengaku paling senang mendapatkan temuan di pagi hari. Kata Supar, sampah dari rumah sakit. Yang dimaksud adalah bukan sampah medis, melainkan sampah sisa makanan pasien yang tak habis dimakan. Terkadang, ada nasi kotak yang tak pernah disentuh sama sekali. “Kondisinya masih bagus. Itu kita makan jadi sarapan,” kata Supar.

Lelaki berusia sekitar 65 tahun itu tak malu menceritakan kebahagiaannya menemukan nasi kotak dengan kondisi layak makan. Terbayang, dalam kotak itu masih ada buah-buahan yang masih segar. Taruh saja jika kotak itu dibuang ke tong sampah di pagi hari. Tapi tentu, Supar akan memakan yang benar-benar bersih dan tidak basi. Sebab itulah, kita jadi tahu, banyak orang membuang rezeki. Bersyukur, ada Supar yang menikmatinya.

Supar berangkat pagi, dan pulang sore. Pukul 12 sampai 2 siang, ia akan istirahat sejenak. Intinya, selama masih ada mobil pengangkut sampah, selama itu juga mereka masih bekerja. Di samping berkarung-karung hasilnya pagi itu, Supar nampak bahagia karena menemukan puluhan tumpi  tembakau hitam. “Ini masih bagus,” katanya dengan senyum mengembang dan rasa cepat ingin pulang. (bersambung/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks