alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Lotim Punya Alat Pendeteksi Gempa, Terpasang di Ruangan Sekda

SELONG– Sudah satu bulan alat dari BMKG itu terpasang di ruangan Sekda Lotim HM Juaini Taofik. Sejak pertama kali di sana, setiap kali masuk ruangan, sekda berharap kondisi bumi sedang baik-baik saja. Selain menjadi alarm, alat tersebut juga secara tidak langsung melatih mentalnya.

Namanya Warning Receiver System (WRS) InaTEWS. Alat itu menyatu dengan LED layar sentuh. Sekda Lotim HM Juaini Taofik setiap hari bisa menggerakan jarinya untuk memantau kondisi lempengan bumi bagian Indonesia.

Dia bisa membesarkan wilayah yang di sana terdapat titik merahnya. Atau pertanda telah terjadi gempa di sana. “Yang dideteksi khusus gempa tektonik. Bukan vulkanik,” jelas Taofik.

Titik-titik berwarna merah itu jumlahnya sangat banyak. Setiap hari, sebanyak itu juga peristiwa gempa bumi yang terjadi. Tapi syukurnya tidak besar. Seperti yang sedang ia perlihatkan pada penulis koran ini, rata-rata berkekuatan 4,0 SR.

Alat itu nangkring di ruangannya karena daripada BMKG membuat kantor khusus untuk memasang WRS, lebih baik meminjam ruangan sekda. Jika sedang berada di luar ruangan, WRS tersambung ke telepon pintarnya Taofik. “Baru bisa tersambung ke 20 handphone,” jelasnya.

Selain sekda, tentu bupati, wakil bupati, kapolres, dandim, dan pimpinan forkopimda lainnya yang terhubung ke WRS. Artinya, di luar ruangannya, Taofik juga bisa memantau WRS.

Tapi dibandingkan dengan di luar ruangan, keberadaan WRS dengan LED layar sentuh di ruangannya jauh lebih signifikan. Sebab di luar belum tentu ia punya waktu memantau terus kondisi WRS. Namun di ruangannya, WRS terus menyala. Bahkan ketika ia sudah pulang dan beristirahat di dalam rumah. “Layar ini melatih mental,” tuturnya.

Jika masuk ruangan, setiap pagi, mau tidak mau ia akan melihat  ratusan kejadian gempa bumi di seluruh Indonesia. Taofik menerangkan, lama-lama ia jadi terbiasa melihat adanya kabar gempa bumi yang berskala ringan. Tapi jelas akan berbeda jika alat tersebut  menunjukkan tugas yang sebenarnya. (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks