alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Pemkab Lotim Kehabisan Anggaran, Bantuan JPS III Terancam Dihapus

SELONG-Anggaran Pemkab Lotim untuk jaring pengaman sosial (JPS) tahap III sudah habis. Dana Rp 37,5 miliar yang disiapkan bahkan harus ditambah dalam proses penyalurannya. “Justru kita minus Rp 4 miliar,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik pada Lombok Post, Senin (27/7).

JPS Kabupaten sejak awal dihajatkan Pemkab Lotim untuk menalangi banyaknya kepala keluarga (KK) yang tidak terdata sebagai penerima. Sehingga kekurangan JPS dari pusat maupun provinsi dapat tertutupi. Namun keinginan tersebut justru membuat pemkab kehabisan anggaran.

Kata Taofik, dari awal pihaknya telah menargetkan 150 ribu KK dengan estimasi 50 ribu KK di setiap tahapan. Namun di tahap pertama pihaknya membagikan kepada 67 ribu KK, dan tahap II bertambah lagi menjadi 95 ribu KK.

Jika dihitung, dari target 150 ribu KK untuk tiga tahap membengkak menjadi 162 ribu KK. Lantas bagaimana tidak ludes ditahap I dan II. “Waktu itu pemkab memang siap pasang badan dari pada warga yang tidak kebagian ribut,” jelasnya.

Menurut Taofik, dengan kondisi keuangan saat ini, pihaknya menunggu hasil pembahasan APBD perubahan. Di luar kepastian ada dan tidaknya JPS kabupaten tahap III tersebut, Taofik menegaskan jika pihaknya memang akan lebih fokus pada penanganan covid-19 yang bersifat langsung. “Kalau JPS ini kan sifatnya tidak langsung,” ujar dia.

Mengenai hal tersebut, Ketua DPRD Lotim Murnan menerangkan, pihaknya akan melihat kondisi keuangan daerah. Namun melihat kondisi saat ini, ada kemungkinan pihaknya akan menyarankan JPS Kabupaten tahap ketiga ditiadakan. “Kami sarankan cukup yang dari pusat dan provinsi saja,” jelas Murnan.

Dengan saran tersebut, tentu pemkab mesti kembali melakukan verifikasi data. Sehingga jumlah warga yang mendapatkan JPS lebih sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu, Murnan menerangkan pemerintah mesti menyiapkan langkah strategis. Hal tersebut berupa persiapan jangka menengah dan panjang terkait dampak pandemi covid-19 bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat di Lotim.

Kata Murnan, hal tersebut bisa berupa memberikan stimulus bagi UKM, industri kreatif, kuliner, wisata, seni dan budaya. Para pemuda yang mampu berdaya di bidang kekinian mesti diberikan stimulus. “Inilah waktunya OPD-OPD ini bergerak membuat program ke arah perbaikan tersebut,” jelasnya.  (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks