alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Lawan Korona, Desa Lain Semestinya Belajar ke Sukadana Lotim

Pada Desa Sukadana di Kecamatan Terara, Lombok Timur, desa-desa di Bumi Gora mesti menoleh. Inovasi di desa ini benar-benar dua jempol. Mulai dari bidang ekonomi, budaya, sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan. Lengkap.

—————————————–

 

ADA tangan dingin Lalu Diraksa dibalik inovasi Desa Sukadana. Diraksa adalah Kepala Desa Sukadana saat ini. Padahal, dia memiliki tantangan besar. Mengingat, Sukadana adalah desa dengan wilayah paling luas di Kecamatan Terara. Yang otomatis, berarti jumlah penduduknya pun paling banyak.

Tapi, alih-alih jadi beban. Justru luas wilayah yang luas, dan juga jumlah penduduk yang besar tersebut malah jadi berkah. Dan jadilah Desa Sukada seperti saat ini. Memiliki segudang inovasi.

Lalu Diraksa memimpin Sukadana dengan mengedepankan sinergi tiga pilar. Pilar pertama yakni Kepala Desa bersama unsur pemerintahan desa. Pilar kedua petugas aparatur keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Dan pilar ketiga seluruh kepala lingkungan dan juga masyarakat.

Sinergi tersebut benar-benar menjadikan Desa Sukadana menjadi desa yang benar-benar kompak masyarakatnya. Karena itu, manakala pandemi Covid-19 datang, pemerintah Desa Sukadana dan masyarakatnya pun dengan cepat berkemas.

Itulah sebabnya, Desa Sukadana berada nomor urut pertama untuk mewakili Kecamatan Terara dalam Lomba Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB. Lihatlah betapa masyarakat Desa Sukadana begitu sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan.

“Warga kami selalu patuh serta mengikuti imbauan pemerintah terutama terkait protokol kesehatan selama pandemi virus Covid-19,” kata Lalu Diraksa. Maka, jadilah Desa Sukadana menjadi desa yang bersih, aman dan nyaman.

Selama pandemi Covid-19 ini, pemerintah Desa Sukadana sangat gencar memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Di dukung oleh para kepala dusun yang selalu kompak dalam mensosialisasikan semua imbauan dari pemerintah. Dengan begitu, tumbuh kesadaran sendiri dari masyarakat untuk menjaga kebersihan dan selalu menjaga jarak saat beraktivitas.

Bisa dilihat dengan adanya ketersediaan tempat cuci tangan, sabun cair, serta warga yang selalu menggunakan masker kala beraktivitas di luar rumah. Sehingga sampai saat ini, belum ada warga yang terpapar virus Covid-19 di Sukadana. Masih termasuk zona hijau.

Ada pula program unggulan dalam hal ketahanan pangan. Yaitu dengan dibuatnya tempat penampungan gabah (lumbung padi) sekaligus pembuatan penggilingan padi milik desa. Tujuannya kata Diraksa agar hasil padi dari tanah milik desa (pecatu) bisa disimpan di sana. Kelak, manakala paceklik datang, padi itu akan digiling. Lalu berasnya kemudian akan dibagikan kepada fakir miskin dan orang tua jompo dan anak yatim di desa tersebut.

“Sehingga tidak ada masyarakat kami yang kesusahan makanan pokok,” kata Diraksa.

Sekiranya beras tersebut masih ada sisa, maka akan dijual ke masyarakat yang memiliki penghasilan tetapi dengan harga murah. Jauh di bawah harga pasaran. Sehingga masyarakat memiliki akses yang besar terhadap kebutuhan pokok pangan yang murah dan terjangkau.

Di luar itu, disiapkan pula program jangka panjang. Yakni menyiapkan Desa Sukadana menjadi destinasi wisata. Kini sudah mulai dirintis destinasi tersebut. Diberi nama “Jaran Kurus” yang akan memanfaatkan keindahan alam Desa Sukadana untuk memancing turis lokal maupun luar negeri untuk berlibur ke Desa Sukadana. Bagaimana itu bisa. Sebab, Desa Sukadana kini adalah jalan utama untuk menuju destinasi-destinasi wisata alam utama di Lombok Timur. Nah, para wisatawan itu diharapkan akan mampir lebih dulu ke Desa Sukadana sebelum mereka menjejak destinasi wisata lainnya.

Di bidang kesehatan, Lalu Diraksa memiliki program pengobatan gratis. Program ini memanfaatkan jejaring Ibu Ketua PKK Desa Sukadana, yang juga istri Lalu Diraksa. “Kebetulan istri saya adalah seorang perawat,” katanya.

Maka, jadilah ada pengobatan gratis untuk warga secara rutin. Terutama untuk mereka yang tidak mampu dan tinggal di pelosok-pelosok desa. Tujuan program ini juga jelas, untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Sedangkan untuk menjaga stbilitas kamtibmas,  Pemdes Sukadana membentuk Badan Keamanan Desa yang selalu siap membantu aparat keamanan dalam segala situasi baik di siang maupun malam hari. BKD berada di bawah bimbingan Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa Sukadana. (kus/r6)

 

 

 

 

Yang Luar Biasa dari Sukadana

 

  • Membangun desa dengan sinergi tiga pilar utama
  • Menyiapkan lumbung pangan untuk warga. Saat musim paceklik, masyarakat tidak mampu akan mendapat pembagian beras gratis dari desa. Sementara masyarakat yang mampu membeli akan mendapatkan beras dengan harga murah.
  • Menyiapkan program pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga tidak mampu.
  • Membantuk Badan Keamanan Desa di bawah kendali Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
  • Memberlakukan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Warga mendapat bantuan masker dan alat pencuci tangan.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks