Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mandi di Pantai Tanjung Menangis, Satu Keluarga di Lotim Terseret Ombak

Rury Anjas Andita • Sabtu, 3 Juni 2023 | 09:00 WIB
AMANKAN BALAPAN: BKSDA NTB bersama Lombok Animal Rescue melakukan evakuasi anjing liar yang telah dibius saat balapan WSBK, Minggu (15/11). (BKSDA NTB untuk Lombok Post)
AMANKAN BALAPAN: BKSDA NTB bersama Lombok Animal Rescue melakukan evakuasi anjing liar yang telah dibius saat balapan WSBK, Minggu (15/11). (BKSDA NTB untuk Lombok Post)
SELONG-Lima orang warga Dusun Montong, Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lotim, terseret arus ombak saat mandi di Pantai Tanjung Menangis, Desa Ketapang, Kecamatan Pringgabaya, Jumat (2/6).

Peristiwa nahas tersebut menyebabkan satu orang korban meninggal dunia dan tiga lainnya dalam pencairan. “Satu orang korban yang merupakan anak laki-laki umur 7 tahun selamat. Kelimanya satu keluarga,” kata Kapolsek Pringgabaya AKP Totok Suharyanto membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi Lombok Post.

Lima orang korban tersebut diketahui tiba di pantai Ketapang pada sekitar pukul 14.30 Wita. Lalu pada sekitar 16.30 Wita, korban anak laki-laki berusia 7 tahun diketahui hanyut terbawa arus ombak. Empat orang lainnya kemudian berteriak meminta tolong dan dalam kondisi panik berenang ke tengah untuk melakukan pertolongan.

Lima orang tersebut terdiri dari dua orang laki-laki berusia 13 tahun, satu orang laki-laki berusia 18 tahun, satu orang laki-laki berusia 25 tahun atas nama Abdul Hakim. Sayangnya, bukannya berhasil menolong, empat orang lainnya malah ikut terseret ombak dan hanyut.

Saat itu, seorang nelayan warga Desa Ketapang berlari menolong menggunakan pelampung berupa ban dalam. Lalu tak lama kemudian orang-orang yang berada di sekitar pantai datang memberi pertolongan.

Dalam pertolongan, nelayan tersebut berhasil menyelamatkan korban anak laki-laki berusia 7 tahun. Sedangkan korban berusia 13 tahun ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Saat dievakuasi ke tepi, korban tersebut mengeluarkan buih busa dari mulutnya.

“Saat itu kami sedang melakukan patroli dan memimpin evakuasi. Membawa korban ke Puskesmas Batuyang, sayangnya korban meninggal dunia,” terang Totok.

Sementara tiga korban lainnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian. Saat berita ini ditulis, tim pencarian dan evakuasi yang terdiri dari tim SAR Kayangan, SAR unit Lotim, Damkarmat, TNI-Polri berkumpul di lokasi kejadian. “Untuk korban meninggal dunia sudah dibawa keluarga ke rumah duka. Keluarga menerima kejadian sebagai musibah,” jelasnya.

Kepala SAR Unit Lotim Lukmanul Hakim menerangkan, tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian esok (hari ini, red). “Sesuai SOP, karena sudah malam hari, maka pencarian dilanjutkan besok pagi,” jelasnya. (tih/r8) Editor : Rury Anjas Andita
#Polsek Pringgabaya #pantai tanjung menangis #SAR