Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konsepsi dan Rumah BUMN Maksimalkan Pendampingan UMKM Perempuan di Lombok Timur

Supardi/Bapak Qila • Senin, 1 April 2024 | 11:00 WIB

 

 

TANDA TANGAN: Wakil Direktur Konsepsi NTB bersama Supervisor Rumah BUMN saat menandatangani MoU untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok UMKM Perempuan rentan. (FOTO: SUPARDI/LOMBOK POST)
TANDA TANGAN: Wakil Direktur Konsepsi NTB bersama Supervisor Rumah BUMN saat menandatangani MoU untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok UMKM Perempuan rentan. (FOTO: SUPARDI/LOMBOK POST)

 

LombokPost-Konsepsi NTB bersama Rumah BUMN Lombok Timur (Lotim) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan ini diharapkan dapat melanjutkan pendampingan terhadap kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan rentan.

”Kelompok ini sebelumnya sudah kami dampingi. Kita ingin pendampingan terhadap usaha perempuan rentan ini bisa lebih komprehensif,” terang Wakil Direktur Konsepsi NTB Hairul Anwar, Sabtu (30/3).

Dengan adanya MoU ini, Rumah BUMN diharapkan bisa menjadi fasilitator untuk mendampingi kelompok UMKM perempuan rentan mulai dari awal. Dilakukan untuk sisi kualitas produk, tehnik pembuatan produk, pembuatan izin sampai dengan tingkat pemasaran.

Rumah BUMN menurutnya adalah salah satu kanal yang bisa menjadi agregator bagi kelompok UMKM agar semakin berkembang dan maju. Dengan adanya MoU itu juga diharapkan menjadi awal dari keberlanjutan pendampingan yang sebelumnya dilakukan Konsepsi NTB.

”Jumlah UMKM dampingan kita sekitar puluhan dan bergerak di berbagai bidang. Sebagian besar bergerak di jajanan,” imbuhnya.

Disebutkan, UMKM yang didampingi khusus kelompok perempuan. Dikarenakan perempuan merupakan kelompok yang sangat rentan terdampak, ketika terjadi bencana alam, ekonomi, masalah sosial dan kekerasan.

Kendala yang dialami kelompok selama ini, rata-rata pada fase produksi dan pascaproduksi. Pada fase produksi kelompok terkendala pemilihan komoditas dan biaya produksi yang mahal. Sementara pascaproduksi rata-rata terkendala dengan pasar.

Sementara itu, Supervisor Rumah BUMN Lotim Wahyudi menambahkan, untuk bisa menjadi kelompok UMKM yang tangguh membutuhkan konsistensi dalam menjalankan usaha. Sebab sebagian besar dari UMKM konsistensi menjalankan usaha itu masih kurang. Sehingga begitu berjalan banyak yang berhenti.

”Intinya jangan mudah menyerah. Konsisten ini adalah salah satu kunci jika ingin berkembang dan maju,” ungkapnya.

Selain konsistensi, masalah lainnya yang kerap menjadi permasalahan di UMKM adalah pengelolaan keuangan. Bahkan hal ini menurutnya menjadi sesuatu yang paling krusial di dalam pemasaran atau penjualan. Sedangkan Pekerjaan Rumah (PR) terbesar dalam mengembangkan UMKM adalah pemasaran, manajemen operasi, manajemen risiko dan penggunaan teknologi di dalam pemasaran.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Perubahan Musim, Konsepsi Beri Pendampingan Desa di Lotim

Sementara dari sisi modal, menurutnya hal itu tidak terlalu menjadi maslah. Sebab saat ini BUMN hadir untuk bisa mengatasi persolan tersebut. Para pelaku UMKM bisa mengakses permodalan dari berbagai lembaga yang ada seperti PNM, Bank mekar, KUR dan lainnya.

”Semoga dengan adanya pendampingan ini bisa menjadikan UMKM perempuan ini lebih maju dan lebih tangguh lagi. Tidak mudah menyerah,” pungkasnya. (cr-par/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#UMKM #Rumah BUMN #Konsepsi NTB #PNM #KUR #kelompok perempuan