LombokPost - Kementerian Kehutanan RI (Kemenhut) menerapkan zero waste dan zero accident di Kawasan Rinjani.
Hal itu untuk menjaga kebersihan dan keselamatan para pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Kebersihan Gunung Rinjani harus bisa dijaga oleh pendaki.
“Semua barang yang akan dibawa ke atas harus dihitung dan tulis oleh petugas TNGR. Barang apa saja yang dibawa oleh pendaki. Nanti akan disiapkan formulir,” terang Kemenhut Raja Julia Antoni, Minggu (18/5).
Pendaki tidak lagi membawa makan bersama plastiknya ke atas gunung.
Namun akan dibawa menggunakan wadah semisal tupperware.
Seperti gula, kopi, beras dan yang lainnya. Kemudian jumlah wadah yang dibawa naik juga akan dicatat .
Setelah pendakian usai, barang bawaan akan kembali dihitung untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di atas.
Pelanggar akan diberikan sanksi tegas, berupa denda hingga Rp 5.000.000 dan hingga sanksi blacklist.
“Selain fokus pada pengelolaan sampah. Kita juga akan fokus pada keselamatan pendaki atau zero accident. Ini juga menjadi prioritas utama kita,” ujarnya.
Kata dia, keamanan dan keselamatan pendaki adalah hal utama. Untuk itu ia meminta agar fasilitas pendukung bisa di tambah.
Dan meminta pengelola menginformasikan pengunjung tempat-tempat berbahaya.
Dirinya berharap para pendaki dapat melakukan persiapan matang sebelum melakukan pendakian. Mendaki gunung butuh persiapan yang lengkap, baik persiapan mental maupun fisik.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan program ini sejalan dengan visi Pemprov NTB untuk membangun sistem kolaborasi yang kuat bersama TNGR.
Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan keindahan Rinjani dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami harap generasi akan datang juga bisa menikmati keindahan di Rinjani,” ujarnya.
Diharapkan sampah yang dibawa turun dari gunung dapat didaur ulang dan diubah menjadi barang yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.
Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat menjadikan Gunung Rinjani tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya.
Tetapi juga sebagai destinasi pendakian yang bersih, aman, dan bertanggung jawab bagi setiap pengunjung. (par/r6)
Editor : Kimda Farida