Penurunan harga ini disebabkan karena tahun ini stok hewan kurban cukup banyak, terutama kambing.
Kondisi penurunan harga kambing ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan mendekati hari raya kurban.
”Bahkan beberapa bulan lalu masih tinggi, sekarang mendekati hari raya kurban justru menurun,” terang Samah, salah seorang peternak kambing asal Dusun Tamba, Desa Semaya, Rabu (21/5).
Kata dia, harga satu ekor kambing yang siap dikurban saat ini berkisar antara Rp 2,5-3 juta. Tahun lalu harganya Rp 4-5 juta, bahkan lebih.
Diakui permintaan kambing mulai ramai sejak musim haji. Sehingga stok kambing yang dimiliki tinggal 11 ekor dan masih muda.
”Banyak saudagar dan masyarakat yang datang cari kambing kurban ke sini. Sehari itu 4-5 orang yang datang. Tapi kambing saya hanya beberapa yang siap kurban,” katanya.
Peternak lainnya, Rozani asal Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak menambahkan harga kambing kurban saat ini tergolong standar dan belum ada kenaikan. Harga kambing kurban bervariasi tergantung ukuran dan bobot. '
”Kalau dibandingkan dengan harga sebelumnya, sama saja jadinya. Tapi belum ada kenaikan,” ungkapnya.
Pemilik CV Cahaya Farm itu menyebut kambing tipe A dengan bobot 20-25 kilogram di banderol dengan harga Rp 1.950.000 per ekor.
Sedangkan kambing type B dengan bobot 26-30 kilogram dijual dengan harga Rp 2.750.000. Type C seharga Rp 3.350.000 per ekor.
Sementara untuk kambing tipe D dengan bobot 36-40 kilogram dijual dengan harga Rp 3.650.000. kambing tipe E dengan bobot 41-45 kilogram Rp 4.350.000. Sementara tipe F Rp 4.750.000.
”Untuk kambing betina ada tiga tipe, dengan bobot dari 20-40 kilogram. Dengan harga mulai dari Rp 1,3-3,1 juta per ekor,” katanya.
Selain jual beli kurban, pembeli juga bisa menitipkan hewan kurbannya sampai hari H kurban. Dan melayani pengantaran se Pulau Lombok.
”Jika kambing yang di-booking sakit atau mati, kami siap ganti sesuai tipe yang dibeli. Karena di kandang ini free penitipan dan perawatan sampai hari H kurban,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam