Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disnakeswan Lombok Timur Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 10 Juni 2025 | 10:03 WIB
Seorang panitia kurban masjid agung Al Mujahidin Selong saat menimbang daging kurban.
Seorang panitia kurban masjid agung Al Mujahidin Selong saat menimbang daging kurban.

LombokPost - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lombok Timur (Lotim), menemukan adanya cacing hati pada hewan kurban. Namun cacing hati yang ditemukan ini dinilai masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. 

“Sebelum daging kurban disalurkan ke masyarakat, kami memeriksa organ dalam hewan kurban. Dan menemukan cacing hati. Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak, masih aman untuk dikonsumsi,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkeswan Lotim Hultatang, Senin (9/6).

Selain memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, pihaknya juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap organ dalam hewan kurban setelah disembelih. 

Pemeriksaan ini untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat betul-betul aman dikonsumsi.

Diakui, sejumlah hewan kurban di Lotim, termasuk sapi yang disembelih di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong ditemukan memiliki cacing hati.

“Ada yang kita temukan tapi tidak banyak masih dalam batas wajar dan masih aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat,” katanya.

Organ yang terinfeksi cacing hati, langsung dipisahkan dari daging yang akan didistribusikan. Sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir, karena daging yang dibagikan tetap aman dikonsumsi. 

Cacing hati ini muncul diduga akibat kurangnya pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh peternak. Dan pemberian obat cacing yang tidak teratur. Pihaknya mengimbau peternak untuk lebih disiplin dalam pemberian obat cacing setiap 3-4 bulan sekali.

“Langkah ini penting untuk mencegah infeksi parasit pada hewan ternak,” ujarnya.

Kepala Disnakkeswan Lotim H Masyhur menegaskan seluruh hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari berbagai penyakit. Tak terkecuali penyakit mulut dan kuku (PMK). 

“Beberapa tahun terakhir ini kasus PMK kita sudah tidak ditemukan lagi, ”katanya.

Sebagai bentuk pengawasan tambahan, posko pemeriksaan hewan kurban didirikan di titik-titik strategis. Melalui langkah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lancar, aman dan sesuai syariat.

Editor : Rury Anjas Andita
#cacing hati #kurban #daging kurban #Lombok Timur #disnakeswan