Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Imbas Penyesuaian Kuota, Ribuan Siswa di Lombok Timur Tak Lagi Dapat MBG

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:44 WIB

Seorang siswa salah satu SD di Lombok Timur saat menikmati makanan bergizi gratis (MBG).
Seorang siswa salah satu SD di Lombok Timur saat menikmati makanan bergizi gratis (MBG).

Lombokpost-Ribuan siswa di Lombok Timur (Lotim) penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan tidak menerima jatah dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini dipicu adanya pergeseran atau penyesuaian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saat rakor bersama SPPG, DPRD dan sejumlah pihak terkait masalah MBG, kami sudah sampaikan bahwa banyak sekolah saat ini tidak dapat jatah MBG, padahal sebelumnya mereka dapat di tahun 2025,” ujar Kepala Dikbud Lotim M Nurul Wathoni, Rabu (28/1).

Terhentinya jatah makan ini terjadi sejak Desember hingga akhir Januari. Hal tersebut disebabkan adanya penambahan dapur, pergeseran sasaran, hingga pengurangan kuota di masing-masing dapur yang sebelumnya 3.000 menjadi 2.500 sasaran.

Baca Juga: Wabup Lotim Minta Ahli Gizi Kawal MBG

Sekolah yang terdampak tersebar di hampir seluruh kecamatan. Wathoni menilai seharusnya pergeseran sasaran tidak dilakukan sebelum dapur MBG rampung.

“Untuk data berapa sekolah yang tidak dapat, saat ini masih di data UPTD masing-masing. Jumlahnya mungkin sampai seribu yang tidak dapat,” katanya.

Sekolah yang belum menerima jatah kini menunggu dapur baru beroperasi agar pendistribusian segera normal. Laporan kendala ini tidak hanya datang dari sekolah di pelosok, tetapi juga dari wilayah Kota Selong.

Baca Juga: Camat Praya Barat Tak Berdaya Tangani Keluhan MBG

“Makanya masukan kami kemarin itu, seharusnya pergeseran itu dilakukan setelah dapur jadi. Tapi mudah-mudahan setelah kami sampaikan kepada Korwil SPPG, termasuk, satgas bisa secepatnya mereka kembali mendapatkan jatah MBG,” katanya.

Wathoni menambahkan, dirinya bersyukur dengan adanya penambahan dapur karena jangkauan sasaran akan semakin luas, termasuk bagi guru dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Korwil SPPG Lotim Agamawan Salam menjelaskan, kendala distribusi merupakan dampak pemerataan di setiap kecamatan seiring adanya SPPG baru.

Baca Juga: MBG Loteng Bermasalah, Ombudsman Temukan Dugaan Penyimpangan

“Sasaran itu dibagi kepada SPPG baru. Dan SPPG baru harus menunggu dulu pencairan, karena kalau tidak bisa cair, mereka tidak bisa jalan,” katanya.

Guru SD di Kecamatan Sakra Timur Nurhidayah mengungkapkan, peralihan dapur di sekolahnya terjadi pada awal Januari 2026. Meski sempat mengganggu distribusi selama dua hari, saat ini penyaluran telah kembali lancar.

“Awal masuk setelah semester itu terjadi peralihan dapur, dan hanya dua hari kalau tidak salah sempat tertunda. Tapi setelah itu lancar sampai sekarang tidak ada masalah,” tutupnya.

Editor : Pujo Nugroho
#SPPG #makan #Mbg #Lotim #siswa