Lombokpost-Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1, inisial HAZ di salah satu sekolah di Kecamatan Pringgabaya diduga mengalami perundungan teman sekelasnya, yang mengakibatkan korban mengalami memar hingga diduga patah tulang di kaki sebelah kiri.
Ayah korban Supriadi menyampaikan awalnya ia mengira anaknya hanya sakit biasa yang disertai demam tinggi dan mengalami kesulitan berjalan.
“Kami mengira awalnya dia sakit biasa. Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanyakan kakinya kenapa sampai begitu,” beber Supriadi, Selasa (3/2).
Dari pengakuan korban, bahwa ia mengalami kekerasan di sekolah. Korban menyebut kakinya diinjak oleh teman sekolahnya hingga mengalami pembengkakan. Keluarga juga menemukan sejumlah memar di bagian kaki dan tubuh korban.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (28/1). Sehari setelah kejadian, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun dokter merekomendasikan untuk dibawa ke RSUD Dr R Soedjono Selong untuk penanganan lebih lanjut.
“Dia sudah tiga hari di rawat di RSUD Soedjono. Kami masih menunggu hasil Rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” paparnya.
Ia mengakui, sejauh ini pihak keluarga belum mendapatkan kejelasan dari pihak sekolah terkait kasus tersebut. Keluarga juga telah berupaya melakukan komunikasi, namun respons yang diterima dinilai belum memuaskan.
“Kami sudah komunikasi dengan sekolah, tapi tidak ada jawaban jelas. Akhirnya kami unggah di Facebook, baru setelah itu pihak sekolah datang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Zaenul menyampaikan pada hari Rabu yang diduga hari kejadian, korban bersama rekan-rekannya dan wali kelasnya melakukan gotong royong membersihkan kelasnya, karena bau kotoran tikus yang menyengat.
"Mereka gotong royong bersama wali kelasnya sampai selesai, bahkan semua siswa dibelikan es. Sampai pulang tidak ada laporan pemukulan atau kejadian," terangnya.
Kemudian hari Sabtu lalu, ia dikasih tahu jika ada anak sakit dan mengaku ditendang sama temennya. Saat dirawat di klinik, korban sering menyebut nama salah satu temannya inisial MA.
Setalah itu, ia berangkat ke klinik untuk menjenguk korban dan membawa temannya yang sering disebut bersama orang tuanya. Namun M mengaku tidak pernah melakukan pemukulan terhadap korban.
"Ada saksi temen di kelasnya juga yang melihat bahwa korban ini naik bangku dan jatuh. Tadi juga saya ke RSUD menjenguknya dan bertanya ke korban dan jawab kalau dia jatuh dari bangku," bebernya.
Korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr R Soedjono Selong sudah tiga hari. Saat ini pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen guna menentukan tindakan medis lanjutan, termasuk kemungkinan operasi.
Editor : Pujo Nugroho