LombokPost - Pengurus Himpunan Masyarakat Paer Lauq (Himapala) dikukuhkan di Pantai Kura-Kura, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lotim, Sabtu (7/2).
Pengukuhan dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal.
Faozal berharap keberadaan Himapala dapat mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi NTB.
"Ada tiga program prioritas provinsi NTB,” bebernya.
Pertama lepas dari kemiskinan. Untuk itu berbagai program untuk bisa lepas dari kemiskinan ini terus dilakukan. "Sehingga tugas Himapala saat ini adalah berkolaborasi dengan Pemprov untuk menyelesaikan masalah kemiskinan ini," ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi antara Himapala dengan Pemprov NTB diharapkan kemiskinan di NTB khususnya di Paer Lauq bisa segera dituntaskan.
Kemudian program prioritas Pemprov NTB lainnya adalah bagaimana mewujudkan swasembada pangan.
Sehingga NTB bisa lepas dari ketergantungan pangan. Untuk itu berbagai program yang berhubungan langsung dengan pangan harus dilakukan seperti membenahi irigasi.
"Tugas Himapala ini bagaimana membantu Pemprov NTB dan Pemkab Lotim untuk mewujudkan swasembada pangan ini," katanya.
Di Himapala ada delapan guru besar dan tokoh-tokoh besar di NTB. Sehingga Himapala diyakini dapat membantu berbagai program strategis pemerintah.
Program prioritas Pemprov NTB selanjutnya adalah mewujudkan pariwisata yang berkelas dunia. Untuk ia mendorong Himapala dapat mengembangkan pariwisata yang ada di Paer Lauq. Mengingat destinasi wisata yang ada di Paer Lauq sangat indah seperti Pantai Kura-kura yang banyak diincar oleh tamu mancanegara.
"Potensi wisata yang ada di Paer Lauq ini sangat bagus sekali. Di Paer Lauq ini kita memilik sejumlah tempat yang sangat indah yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain," katanya.
Pariwisata Paer Lauq dinilai sudah sangat mendunia, bahkan Pantai Kura-kura Jerowaru menjadi salah satu tempat surfing terbaik dan terindah di dunia. Wisatawan dari berbagai negara terutama pencinta surfing datang ke Paer Lauq.
Ia menekankan Himapala dan Pemprov NTB harus betul-betul berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagi persoalan yang terjadi di Paer Lauq. Mulai dari masalah sengketa lahan, infrastruktur, masalah pengembangan SDM dan masalah-masalah lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum Himapala Prof Said Agil Al-Idrus menyampaikan Himapala sebelumnya sudah ada namun belum ada wadah. Himapala memiliki SDM yang sangat banyak di berbagai bidang. Sehingga kehadiran Himapala ini diharapkan menjadi alternatif untuk membangun daerah Paer Lauq secara nyata.
"Sebetulnya kita belum petakan fokus kita kedepannya, yang paling pertama itu harus silaturahmi dulu antara pengurus. Karena banyak anggotanya, guru besarnya saja ada delapan, dokternya banyak sekali, kemudian para gurunya banyak," ujarnya.
Akan tetapi, ada beberapa pokok yang menjadi perhatian Himapala kedepannya, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, sumber daya alam, kemiskinan, masalah lingkungan dan berbagai masalah lainnya yang banyak terjadi di Paer Lauq.
Salah satu masalah yang juga menjadi perhatian Himapala kedepannya adalah keberadaan kesenian musik erotis yang cukup meresahkan masyarakat, untuk segera diterbitkan dengan membuat awik-awik.
"Pelan-pelan nanti kita akan tertibkan mana batas-batas yang boleh dilakukan dan tidak boleh, termasuk juga Pariwisata kita juga akan petakan mana-mana daerah-daerah yang bebas. Kita akan buatkan awik-awik. Pasti kita akan mengarah ke sana untuk menertibkan mereka," tutupnya. (par/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam