LombokPost - Pemkab Lombok Timur (Lotim) membuka peluang kolaborasi dengan lembaga nonpemerintah atau NGO untuk mempercepat pembangunan di daerah, khususnya di sektor pendidikan melalui pembangunan ruang kelas baru bagi sekolah yang membutuhkan.
“Pemkab Lotim membuka ruang seluas-luasnya kepada siapa saja, termasuk NGO, untuk berkolaborasi mengatasi berbagai persoalan, salah satunya di sektor pendidikan,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat peresmian gedung baru SDN 2 Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Rabu (11/2).
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan SDN 2 Gunung Malang. Khususnya Happy Heart, yang selama ini banyak membantu membangun kelas baru di sejumlah sekolah di Lotim.
Kata dia, ruang kelas yang dibangun ini berbahan sampah plastik hasil daur ulang. Kendati demikian, hasilnya diakui sangat kuat dan bagus. Sehingga ia menekankan pentingnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, khususnya persoalan sampah.
“Ini juga sejalan dengan arahan Presiden bahwa gerakan kebersihan sampah menjadi gerakan nasional,” jelasnya.
Dengan adanya program pembangunan ruang kelas dari plastik daur ulang ini, diharapkan masyarakat lebih memperhatikan persoalan sampah, khususnya sampah plastik di wilayah Desa Gunung Malang.
Perwakilan Happy Heart Indonesia Tamrin mengatakan, SDN 2 Gunung Malang merupakan sekolah ke-12 yang dibangun di Lotim oleh Happy Heart, dengan total 73 ruang kelas dan 48 toilet yang telah dibangun.
“Mudah-mudahan jumlah sekolah yang kita bangun akan terus bertambah,” ujarnya.
Kata dia, hingga saat ini program Happy Heart telah berhasil mendaur ulang sekitar 99 ton sampah plastik yang mampu mengurangi emisi karbon hingga 14 ton. Bangunan sekolah ini disebut telah dirancang dengan kualitas tinggi, ramah anak, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Manager Classroom of Hope (CoH) Rachel menjelaskan, CoH merupakan mitra Happy Heart Indonesia sebagai sponsor program sekolah blok. Program ini dimulai pascagempa bumi yang melanda Pulau Lombok pada tahun 2018, dengan tujuan membangun kembali sekolah-sekolah yang terdampak.
“Bahan bangunan yang digunakan berasal dari sampah plastik daur ulang sebagai upaya pengurangan sampah plastik,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala SDN 2 Gunung Malang Fathussabir sangat berterima kasih dan mengapresiasi bantuan dari Happy Heart Indonesia–Australia tersebut. Pembangunan lima ruang kelas tersebut diselesaikan dalam waktu 45 hari.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Empat Ruang Sekolah Rusak di Lombok Tengah
“Pembangunan sekolah ini hampir 100 persen dari hasil bantuan berbagai pihak. Kami berharap dukungan masyarakat terhadap sekolah ini terus berlanjut,” katanya. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic