Lombokpost-Cuaca buruk sejak awal 2026 merendam 74 hektare lahan jagung di Lombok Timur (Lotim). Sebanyak 15 hektare di antaranya membusuk karena terlalu lama tergenang banjir.
"Yang rusak hanya lahan jagung saja, kalau padi tidak ada di daerah Selatan,” terang Kepala Dinas Pertanian Lotim Lalu Pathul Kasturi kepada Lombok Post, Kamis (26/2).
Ia mengatakan, kondisi ini mengakibatkan petani mengalami kerugian cukup besar. Tanaman jagung diterjang banjir sebelum masa panen, bahkan ada yang belum mengeluarkan buah.
Rata-rata lahan jagung yang terendam merupakan lahan kering. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyedot air dan membuangnya ke laut.
"Harga jagung saat ini Rp 5.500 per kilogram, dan rata-rata produksi kita per hektare itu 6-7 ton, itu sudah berapa kerugian kita. Tetapi ada beberapa memang berhasil kita diselamatkan, " jelasnya.
Pihaknya telah menawarkan bibit jagung sebagai pengganti tanaman yang rusak. Namun rata-rata petani menolak menanam jagung kembali karena memilih beralih ke tembakau.
Selain jagung, sejumlah tanaman padi di Kecamatan Sambelia juga terendam. Namun setelah air surut, tanaman membaik dan bisa diselamatkan.
"Kalau padi itu dia terendam saja, tapi begitu hujan selesai airnya keluar, tanaman bisa selamat. Tapi, kalau misalnya terdampak kita siap berikan bibit untuk mereka tanam lagi," katanya.
Salah satu wilayah yang terdampak banjir di Jerowaru berada di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana. Kepala Dusun Sungkun Wirkas Suandi menyebut, banjir di Dusun Sungkun tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga puluhan hektare lahan pertanian dan merusak tanaman jagung petani.
"Di Dusun Sungkun saja lahan jagung yang terendam sekitar 48 hektare," katanya.
Kondisi ini mengakibatkan petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Banjir terjadi sebelum masa panen dan jagung baru mulai berbuah. Selain jagung, tanaman yang terdampak antara lain cabai, tomat, dan lainnya.
"Karena kan penanaman menggunakan tumpang sari. Di sela-sela jagung ada cabai, tomat dan lainnya," ungkapnya. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post