Lombokpost- Di Dusun Kebon Daya, dua anak muda membuat gerakan literasi. Mengambil peran, membuka ruang belajar sederhana sebagai jawaban atas kegelisahan mereka melihat anak-anak tumbuh tanpa arah. Dari ruang kecil itulah harapan baru perlahan disemai.
Suara riuh anak-anak sore itu memecah suasana sekitar musala Dusun Kebon Daya Desa Terara, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim). Puluhan anak berkumpul. Sebagian mencatat. Sebagian lain khusyuk mendengarkan dua perempuan di depan mereka.
Puluhan anak usia SD-SMP itu belajar bersama. Mereka mengerjakan tugas sekolah, membaca, menulis, hingga berdiskusi. Kegiatan ini digagas dua perempuan muda dari Dusun Kebon Daya, Linda Wahyuni dan Nuri Zaerani, dengan membuat ruang belajar bagi anak-anak di dusun mereka.
Linda Wahyuni menyampaikan, ruang belajar bertajuk Berani Cahaya digagas untuk meningkatkan semangat anak-anak di kampung. Kegiatan difokuskan pada tugas sekolah, belajar tambahan, membaca, menulis, dan berdiskusi.
"Kami memberikan pendampingan belajar, mengajarkan mengaji, sekaligus penanaman etika dan disiplin," beber Linda, Senin (2/3).
Kata dia, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keberanian berpikir sejak dini. Ia melihat banyak anak sepulang sekolah hanya bermain tanpa arah. Tidak sedikit yang bermain handphone dalam waktu lama tanpa pendampingan.
Ia juga melihat pembiasaan etika sederhana mulai berkurang, seperti cara berbicara dan menghargai yang lebih tua. Melihat fenomena itu, mereka merasa prihatin.
"Kondisi itu tidak bisa kita selesaikan dengan hanya mengeluh. Tapi harus ada tindakan, untuk itulah Berani Cahaya hadir," katanya.
Menurutnya, anak-anak memiliki potensi besar. Mereka hanya butuh ruang dan bimbingan. Melalui kegiatan ini, waktu sore dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, dan melatih kedisiplinan.
Ia mengakui sempat pesimis kegiatan ini tidak berhasil dan tidak ada anak yang datang. Namun kekhawatiran itu terjawab dengan respons positif dari anak-anak sekitar.
Ia berharap pemerintah desa (Pemdes) memberi perhatian dan dukungan agar kegiatan ini tetap berjalan dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi ketergantungan bermain handphone.
"Mudah-mudahan langkah kecil ini nantinya bisa memberikan dampak besar bagi adik-adik kami, terutama meningkatkan minat belajar demi masa depan mereka," tutupnya.
Sementara itu, Ketua RT Dusun Kebon Daya Endi sangat mengapresiasi dan mendukung inisiatif Linda dan Nuri. Gerakan ini dinilai baik bagi anak-anak. Langkah yang dimulai dari kepedulian generasi muda ini menjadi contoh bahwa perubahan bisa lahir dari kesadaran sederhana.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif mereka, karena mereka tidak harus menunggu program besar, tidak harus menanti bantuan datang untuk bergerak, “terangnya.
Editor : Akbar Sirinawa