Lombokpost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menegaskan digitalisasi transaksi harus diperluas hingga ke desa dan masyarakat. Ia meminta seluruh OPD meninggalkan transaksi tunai dan mengoptimalkan sistem non tunai.
"Kita ingin jaringan digitalisasi itu diperluas. jangan hanya di tingkat kabupaten atau untuk kebutuhan Pemkab saja, tapi desa-desa harus menggunakan digitalisasi," terang Bupati Haerul, Senin (2/3).
Penggunaan transaksi digital seperti pembayaran pajak dinilai akan mengurangi kebocoran dan praktik kurang baik. Transaksi secara tunai berpotensi disalahgunakan. Meskipun tidak ada niat awal, karena faktor lupa, uang yang seharusnya masuk ke kas daerah justru masuk ke kantong.
Transaksi digital menurutnya sangat penting dan penerapannya tidak hanya di beberapa tempat tertentu. Ia menekankan agar transaksi non tunai juga menyasar hingga di tingkat masyarakat, terutama para UMKM dan pemilik toko.
"Perluas lagi ke desa-desa, karena pengusaha banyak di desa, kami harap semua kegiatan ekonomi masyarakat menggunakan digitalisasi," jelasnya.
Selain di desa, ia juga menekankan semua OPD tidak lagi melakukan transaksi secara tunai, namun harus menggunakan non tunai. Baik di kantor maupun di lapangan, seperti pembayaran pajak dan retribusi.
Guna mendukung transaksi digital berjalan baik di Lotim, ia meminta agar mengoptimalisasi kanal pembayaran di tengah masyarakat. Kemudian integritas sistem keuangan daerah berbasis elektronik. Meningkatkan literasi digital kepada masyarakat dan pelaku UMKM.
"Konsistensi penggunaan Qris. Monitoring dan evaluasi harus tetap dilakukan. lakukan kolaborasi dengan TP2DD tindakan yang dilakukan dengan digitalisasi," katanya.
Langkah ini disebut menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan prestasi Lotim, yakni berupa penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diraih 2025 lalu.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim Muksin menyampaikan, Pemkab Lotim telah berkomitmen menerapkan dan memperluas digitalisasi keuangan di lingkungan Pemkab Lotim hingga ke tengah masyarakat.
"Langkah ini juga bagian dari mempertahankan prestasi juara nasional Lotim sebagai kabupaten terbaik pada Championship TP2DD di wilayah kelima tahun 2025 lalu," jelasnya.
Editor : Akbar Sirinawa