Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bapenda Lotim Optimistis Capain PAD triwulan Pertama Tembus 20 Persen

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 19 Maret 2026 | 22:00 WIB

Muksin
Muksin


Lombokpost-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) optimistis Capain Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim pada triwulan pertama ini bisa mencapai 20 persen.

"Realisasi PAD kita saat ini telah mencapai 14 persen dasi target sebesar Rp 585 miliar. Insyallah triwulan pertama ini bisa tembus 20 persen, " Terang kepala Bapenda Lotim Muksin.

Muksin menyebutkan ada dua sektor pajak yang menjadi unggulan untuk menggenjot Capain PAD Lotim, yakni Pajak Kendaraan Bermotor PKB) dan  Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor(BBNKB).

Baca Juga: Proyeksi Kenaikan PAD NTB dalam Raperda Pajak dan Retribusi Sisakan Pertanyaan

Pada pekan ketiga bulan ini Capain PAD Lotim berada diangka Rp 81,5 miliar atau 14 persen dadi target. Capain ini dinilai signifikan karena
Baru memasuki bulan ketiga di triwulan pertama.

" Target PAD per triwulan adalh 15 persen, kemudian triwulan kedua 25 persen, triwulan ketiga 35 dan 25 persen pada triwulan keempat, " Katanya.

Peningkatan ini disebut berbanding lurus dengan optimalisasi sistem pembayaran pajak secara digital. Kurva PAD terus menunjukkan grafik menanjak signifikan sejak tahun 2023.

Baca Juga: Dongkrak PAD, DPRD NTB Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Jika target Rp 685 miliar pada tahun ini tercapai, maka di tahun 2027 Lotom siap melompat ke target berikutnya dengan besaran di atas Rp 600 miliar.

"Mesin penggerak PAD kita adalah PKB dan BBNKB, dua sektor ini memiliki potensi si sngat besar untuk terus bisa kita gali, " Katanya.

Secara keseluruhan target dua sektor pajak tersebut mencapai Rp 83,5 miliar, dengan rincian target PKB sebesar Rp 42,5 miliar dan BBNKB sebesar Rp 41,2 miliar. (par)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pajak #PKB #bapenda #Lotim #PAD (Pendapatan Asli Daerah)