LombokPost - Stok elpiji 3 kilogram (kg) di Lombok Timur (Lotim) langka sejak H-3 Lebaran Idul Fitri. Kondisi ini memicu lonjakan harga di tingkat pengecer hingga mencapai Rp 50 ribu per tabung.
Bupati Lotim Haerul Warisin mengaku sudah
mendapat informasi terkait kondisi elpiji 3 kg melalui media sosial. Untuk itu, ia meminta Satpol PP menyasar masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji
3 kg dan pengecer nakal.
“Harganya kan sudah jelas, dan keuntungan yang didapatkan agen maupun pengecer sudah ada. Jadi kalau ada yang menaikkan
harga kita akan tindak. Kemarin saya baca di medsos harganya sampai Rp 50 ribu per tabung, “ jelas Haji Iron, sapaan akrabnya, Rabu (25/3).
Disebutkan, barang subsidi harus dijual sesuai
harga subsidi atau Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski dijual dengan harga subsidi, keuntungan tetap diterima pengecer maupun agen.
Kata dia, Pemkab sudah mengundang pihak Pertamina untuk memberikan penjelasan terkait masalah kelangkaan elpiji di Lotim. Sekaligus meminta menyelesaikan persoalan
di masyarakat.
“Kita sudah undang Pertamina dan minta supaya kuota yang kita dapatkan setiap bulan oleh seluruh agen jangan dikurangi. Bila
perlu ditambah, “ jelasnya.
Ia menyebut, kenaikan harga elpiji baru diketahui melalui media sosial. Namun, belum ditemukan secara langsung di lapangan.
Untuk itu, ia meminta masyarakat melapor jika ada pengecer menjual dengan harga terlalu mahal.
“Saya akan minta nanti Satpol PP bergerak untuk mendata masyarakat kita yang sekiranya dia tidak berhak untuk menerima subsidi
itu supaya jangan dia beli
tabung subsidi, “ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lotim Hadi Fathurrahman menyampaikan, hasil koordinasi dengan Direktur SPBE
Sikur menunjukkan stok elpiji di Lotim masih aman. Proses droping tetap dilakukan sesuai arahan Pertamina sebanyak 52 ton per hari.
“Bahkan sejak tanggal 17 Maret ada penambahan, ini bukan kelangkaan tapi
karena tingginya pemakaian menjelang dan setelah lebaran. Ibu-ibu sibuk masak
dan buat kue,” dalihnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, hari ini Pertamina akan mendistribusikan elpiji sebanyak 35.000 tabung. Distribusi elpiji hanya melalui jalur agen ke pangkalan menuju konsumen.
Pangkalan resmi dipastikan menjual sesuai HET. Namun pihaknya telah meminta Pertamina agar setiap pangkalan mengecek
pengecer masing-masing. Hal itu untuk memastikan tidak menjual di atas HET serta diberikan teguran dan pembinaan.
“HET elpiji 3 kg itu Rp 18 ribu per tabung. Tadi
kami sudah minta supaya Pertamina mengecek pangkalan mereka sampai ke pengecer agar tidak menjual terlalu mahal,”
jelasnya. (par/r7)